Pasangan Suami Istri di Kepahiang Tewas Saling Bacok

MERIGI, BE – Di siang hari bolong warga Dusun I Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang dihebohkan dengan penemuan 2 jasad bersimbah darah, kemarin (24/10). Keduanya diketahui pasangan suami istri (Pasutri) bernama Hardi (35) dan Juliana (35), warga setempat.

Kondisi keduanya mengenaskan. Juliana mengalami luka bacok dan tusukan di beberapa bagian tubuh seperti bagian kedua tangan, kepala, dan dada. Bahkan tangan kanannya nyaris putus. Sementara Hardi robek pada perut dengan usus terbuyar dan tusukan saja di bagian ulu hati atau bawah dada. Informasi yang beredar keduanya tewas setelah cekcok dan saling bacok satu sama lain.

Tewasnya pasutri ini menyedot perhatian warga. Tak ayal kediaman pasutri ini pun langsung dipadati warga ingin melihat langsung kejadian. Di sisi lain Polres Kepahiang yang menerima laporan langsung bergerak cepat ke TKP dipimpin Waka Polres Kompol A Syaidi SIK dan Kasat Reskrim AKP S Hidayat Hutasuhut serta Kapolsek Ujan Mas Iptu Rafenil Y Rahman SH. Aparat Polres Kepahiang langsung memasang police line serta menurunkan tim forensik untuk menggelar olah TKP dalam peristiwa itu.

Beberapa sumber di TKP mengungkapkan saat pertama kali ditemukan pasutri tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan bersimbah darah. Namun siapa yang kali pertama menemukan keduanya masih simpang siur. Ada yang mengungkapkan tetangga korban bernama Yana (30) yang pertama kali menemukan. Namun ada pula yang menyebutkan anak gadis korban bernama Ita (17) yang pertama kali mengetahuinya.

Menurut Kadun 1 Desa Batu Ampar Syahdanul (52) informasi yang diterimanya sebelum keduanya tewas sempat terdengar teriakan minta tolong. Oleh tetangganya itu langsung diberitahu kepada anak korban.

Kebetulan, lanjut Syahdanul, saat itu anak Pasutri tersebut sedang menonton TV di rumah tetangganya persis di depan rumah korban. Begitu ada yang memberi tahu, sang anak korban langsung menuju ke rumahnya dan kemungkinan anaknya itu terkejut kontan langsung berteriak melihat kondisi ayah dan ibunya bersimbah darah.

“Dengan teriakan itu akhirnya tetanga sekitar langsung berdatangan dan mendapati kedua Pasutri itu sudah dalam kondisi tewas,” kata Syahdanul.

Terpisah, Kapolres Kepahiang AKBP Sudarno SSos MH melalui Kabag Ops AKP Resza Ramadiansyah SIK didampingi Kapolsek Ujan Mas Iptu Rafenil Y Rahman SH dikonfirmasi mengatakan, ketika mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung turun ke TKP. “Sementara ini kita menduga keduanya tewas karena saling bacok satu sama lain. Dugaan ini ditandai dengan ditemukannya senjata tajam (sajam) jenis parang di sekitar kedua mayat pasutri itu,” kata Kapolsek.

Untuk pastinya, lanjut Kapolsek, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan sehingga motif di balik peristiwa itu bisa diketahui secara pasti. Yang jelas sementara ini diketahui untuk korban Juliana mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh. “Selanjutnya kedua mayat pasutri itu akan dibawa ke RSUD Kepahiang untuk diotopsi. Sementara itu barang bukti parang telah kita amankan,” singkat  Kapolsek.

Pantauan wartawan koran ini di RSUD Kepahiang kemarin, beberapa tim medis di turunkan untuk melakukan otopsi. Hanya saja dari pantauan terlihat mayat perempuan mengalami luka bacok dan tusukan di beberapa bagian tubuh seperti bagian kedua tangan, kepala, dan dada bahkan tangan kanan mayat perempuan nyaris putus. Sementara mayat laki-laki robek pada perut dengan usus terbuyar dan tusukan saja dibagian ulu hati atau bawah dada.

Pasutri Dalam Kondisi Sakit-Sakitan
Sementara itu, beberapa warga di TKP kepada BE menyampaikan jika pasuti yang dikenal ramah ini memang sering terlihat sakit-sakitan. Tidak jarang antara keduanya melakukan pemeriksaan ke pusesmas di tempat itu.

“Memang sering kami melihat pasutri tersebut berobat ke dokter. Karena ada keluhan sakit dibagian perut. Saya juga kurang tahu persis tetapi memang itu yang sering dikeluhkan korban (sang isteri, red) saat belanja ke warung,” ujar salah seorang tetangga korban yang enggan menyebutkan identitasnya.

Sebelum kejadian ini terjadi, dirinya sempat melihat korban membuang sampah di depan rumahnya. Alangkah terkejutnya dirinya begitu selang beberapa jam keduanya sudah dalam kondisi tewas.
“Tadi saya baru lihat korban membuang sampah, saya begitu terkejut ketika dikabarkan sudah tewas,” katanya.(505)