Pastikan Kapal Enggano Aman KSOP: Setahun Sekali Diperbaiki

A
FOTO:
Sumber: Sekkab RI
MARITIM: Kapal Pulo Tello bersandar di Pelabuhan Malakoni, Enggano. Kapal ini melayani penyeberangan masyarakat menuju Kota Bengkulu dan sebaliknya.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Maraknya kecelakaan transportasi kapal laut, membuat transportasi penyeberangan Bengkulu ke Pulau Enggano diantisipasi. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkulu, M Junaidin SH menegaskan, penyeberangan Bengkulu ke Pulau Enggano dipastikan aman. Sebab, dua kapal yang melayani penyeberangan yaitu Kapal Pulo Tello dan Sabuk Nusantar atau perintis sudah dilakukan perbaikan setiap setahun sekali.

“Dua kapal ini sudah kita perbaiki semua tahun ini. Jadi kita pastikan kapal aman untuk melayani penyeberangan,” ujar Junaidin kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (3/7).

Dikatakannya, perbaikan kapal laut itu memang rutin dilakukan satu tahun sekali. Namun demikian, perbaikannya dilakukan secara bergiliran. Sehingga masyarakat tetap bisa menggunakan kapal sebagai transportasi dari Bengkulu ke Pulau Enggano maupun sebaliknya. “Kita lakukan secara bergantian. Jika berbarengan, maka aktifitas penyeberangan akan terhenti. Imbasnya, masyarakat jadi kesulitan,” tambahnya.



Selama ini, aktifitas penyeberangan Bengkulu ke Enggano maupun sebaliknya belum ada terkendala, hingga menimbulkan korban jiwa. Meskipun penyeberangan harus melalui Samudera Hindia. Namun demikian, yang sering terjadi kendala cuaca seperti badai dan ambak tinggi. “Ombak tinggi dan badai itu sering terjadi, karena memang kondisi cuacanya tidak bagus. Untuk itu, setiap kali berangkat maka tim kapal akan melakukan pemantauan kondisi cauca. Jika masih aman, maka penyeberangan tetap dilakukan. Kalau tidak tentu kita hentikan terlebih dahulu, hingga cuaca benar-benar bagus,” beber Junaidin.

Kondisi cuaca itu, memang sering kali membuat kapal menjadi terganggu ketika melakukan penyeberangan. Seperti baru-baru ini saja, ada kendaraan angkutan yang sempat terguling didalam kapal, lantaran kapal terhantam ombak besar. Namun demikian, hal tersebut tidak memakan korban jiwa dan cepat bisa diatasi. “Ombaknya memang benar. Mobil angkutan pisang dan barang lainnya itu tidak bisa menahan goncangan didalam kapal, hingga roboh,” ujarnya.

Sementara itu, Junaidin mengatakan, untuk kapasitan dua kapal itu berbeda-beda. Untuk kapal Pulo Tello memiliki kapasitas 208 orang penumbang dan maksimal 12 kendaraan angkutan. Lalu untuk Kapal Sabuk Nusantara hanya dikhususkan untuk mengangkut penumpang dan barang, tidak untuk kendaraan. Untuk penumpang dengan kapasitas lebih besar yaitu 280 orang penumpang.

“Kapasitasnya memang besar. Tapi sejauh ini tidak pernah sampai penuh muatannya dan jika lewat kapasitas, pasti kita larang untuk berangkat,” terangnya.

Junaidin juga memastikan akan terus mengawasi aktifitas angkutan kapal penyeberangan itu. Sehingga tidak mengalami hal-hal tidak diinginkan ketika melayani penyeberangan Bengkulu ke Enggano maupun sebalinya. “Kita akan awasi terus, sehingga tidak ada korban kecelakaan dalam kapal,” tandas Junaidin. (151)