Pasien Rubella, Dirujuk


IST/Bengkulu Ekspress Petugas dari Puskesmas Bangun Jaya Rejang Lebong saat merujuk pasien rubella ke RSUD M Yunus Bengkulu Kamis (28/3) kemarin.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Untuk memastikan warga Kecamatan Bermani Ulu Raya mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal, UPT Puskesmas Bangun Jaya merujuk pasien yang diagnosa syndrom Rubella ke RSUD M Yunus Bengkulu. “Hari ini ada satu pasien yang kita rujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu untuk mendapat perawatan yang lebih intensif lagi,” sampai Kepala UPT Puskesmas Bangun Jaya, M. Nasirmauludin SKM, saat dikonfirmasi Kamis (28/3) kemarin.

Dijelaskan Nasir, pasien yang mereka rujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu tersebut adalah pasien dari keluarga kurang mampu. Dimana inisiatif untuk merujuk pasien ke RSUD M Yunus Bengkulu tersebut adalah inisiatif dirinya sendiri. Namun menurut Nasir, kebijakan merujuk pasien Rubelle ke RSUD M Yunus Bengkulu tersebut juga merujuk pada arahan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong dan Bupati Rejang Lebong.

“Kegiatan kita merujuk pasien ini merupakan bagian dari program jemput bola yang kita lakukan. Dengan kegiatan ini kita memastikan bahwa seluruh masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bangun Jaya mendapat pelayanan kesehatan,” tambah Nasir.

Dijelaskan Nasir, pasien yang mereka rujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu tersebut atas nama Niko Pratama yang baru berusia 3 bulan. Niko sendiri merupakan buah hari dari Mumuk Handoko (21) dan Seli Yulandari (19) warga Desa Bangun Jaya Kecamatan Bermani Ulu Raya. Niko sendiri, lahir pada tanggal 20 Desember 2018 lalu di Puskesmas Bangun Jaya dengan persalinan normal. Saat itu kondisi Niko sehat dan tidak menunjukkan kelainan karena berat badannya 3 Kg dan panjang 49 cm.

Namun gejala penyakit yang diderita Niko mulai terlihat saat ia berusia satu bulan, dimana pada tanggal 22 Januari 2019 Niko mengikuti Posyandu, saat Posyandu tersebut petugas mendapati berat badannya turun menjadi 2,8 Kg. Setelah itu oleh petugas Niko dibawa ke Puskesmas untuk dikonsultasikan dengan dokter Puskesmas.

“Saat diperiksa dokter Puskesmas, ternyata memang ada kelainan pada matanya, kemudian dirujuk ke RSUD Curup untuk diperiksa langsung oleh dokter anak,” terang Nasir.



Setelah dibawa ke RSUD Curup, dan diperiksa oleh dokter spesialis anak, dokter mendiagnosa Niko mengalami syndrom rubella dan dianjurkan untuk dirujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu untuk mendapat perawatan yang lebih intensif. Atas dasar tersebut, maka menurut Nasir ia langsung berinisiatif untuk merujuk Niko ke RSUD M Yunus Bengkulu. Ia berharap dengan penanganan yang dilakukan di RSUD M Yunus Bengkulu Niko bisa pulih dan bisa tumbuh seperti anak pada umumnya.

“Dari penelusuran kita, ternyata saat sang ibu hamil 24 bulan, ia terkena cacar air, namun mereka tidak berobat ke tenaga kesehatan,” terang Nasir. Oleh karena itu, Nasir mengingatkan masyarakat apabila mengalami sakit terutama ibu hamil untuk segera memeriksakan kesehatan ke petugas kesehatan terdekat sehingga bisa mendapat penanganan yang benar dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.(251)