Pasien RSJKO Tewas Bunuh Diri

GADING CEMPAKA, BE – Kehebohan terjadi di RSJKO (Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat) Soprapto Bengkulu sekitar pukul 15.30 WIB kemarin. Seorang pasien rumah sakit ini bernama Umar S (80), warga Rupit Kabupaten Musi Rawas (Sumsel) ditemukan tewas diduga akibat bunuh diri.

Korban yang mendiami kamar 3 Rajawali 1 ini, ditemukan tewas terlentang dikamar mandi oleh petugas. Terlihat ada kain sarung terlilit dileher korban.

Diduga korban mencoba gantung diri. Dengan mengikat lehernya menggunakan kain sarung. Lalu kain sarung itupun diikatkan ke shower kamar mandi. Namun karena beban terlalu berat, shower pun patah, dan lansia ini terjatuh ke lantai hingga akhirnya tewas.

Aksi bunuh diri pasien Umar itu, pertama kali diektahui Petugas RSJKO Apneri. Ia sangat terkejut ketika memasuki kamar tersebut, melihat tubuh Umar terlentang dilantai kamar mandi. Kemudian ia menyampaikan ke beberapa perawat, serta manajeman RSJKO jika ada pasian yang telah meninggal dunia.

“Dalam kamar mandi, kami menemukan sarung yang kemungkinan digunakan untuk mengantungkan lehernya dishower.  Setelah itu kami melaporkan kejadian ini pada para perawat dan dokter rumah sakit. Selama ini, belum pernah terjadi percobaan bunuh diri di rumah sakit ini ” ungkapnya Apneri sambil menunjukkan TKP pada wartawan.

Begitu mendapat informasi ada pasien RSJKO Aparat kepolisian dari Polres Bengkulu, dan Polsek gading Cempaka, langsung melakukan olah TKP. Kesimpulan sementara memang korban melakukan bunuh diri. Kematiannya bukan disebabkan orang lain.

Kapolres Bengkulu, AKBP H. Joko Suprayitno SST MK, melalui Kapolsek Gading Cempaka, AKP Mayndra Eka Wardhana, membenarkan kejadian tersebut. Saat ini polisi masih menyelidiki lebih lanjut kematian korban.

Terpisah Psikiater RSJKO Soeprapto, Dr Andri Sudjatmoko Sp Kj menjelaskan kondisi psikologis korban sebelum ditemukan tewas diruangnya. Menurutnya, korban beberapa hari terakhir ini secara fisik maupun mental sudah cukup membaik.   Namun karena usianya sudah lanjut, Petugas RSJKO membawa Umar keruang Rajawali untuk perawatan lebih lanjut.

“Disini (Ruang Rajawali, red) memang untuk pasien sudah lanjut usia. Korban berkomuniaksi sudah bagus” katanya.
Korban Umar telah melalui masa rehabilitasi sekitar 3 bulan lamanya. Korban menderita Afective Bipolar (Ganguan susana hati).

Selama ini korban memang sudah berualang kali meminta pulang. Namun selama ini permintaan itu sealu diabaikan oleh keluarganya. Selain itu faktor sakit fisik, usia juga cukup menganggu kejiwaan korban. Hingga suasana hati terus terguncang dan akhirnya korban nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Jenazah korban sendiri setelah bersihkan, tepat pukul 18.00 WIB kemarin, langsung dibawa, dan diantarkan menuju Rupit Musi Rawas (Sumsel). Dengan menggunakan ambulance. Petugas RSJKO telah menginformasikan kejadian tersebut kepada keluarga korban. (160)