Pasien DBD Terus Bertambah, Siswanto: Fogging Tunggu Antrean

IST/BE
HARAPKAN: Warga Desa Melao, Manna mengharapkan dilakukan fogging seperti ini di desanya agar tidak ada lagi warga desanya terserang DBD.

KOTA MANNA, Bengkuluekspress.com – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) hingga saat ini terus marak menyerang warga Bengkulu Selatan (BS). Saat ini jumlah warga yang terserang DBD terus meningkat. Seperti di Desa Melao, Manna, dalam satu minggu terakhir sudah tiga orang yang terserang DBD.

“Sebelumnya sudah dua orang, dalam satu minggu ini ada 3 orang warga kami terserang DBD, sehingga totalnya saat ini ada 5 orang warga kami terserang DBD,” ujar Yulberd, warga setempat.

Dengan kondisi tersebut, Yulberd mengaku sudah menyampaikannya ke Dinas Kesehatan BS. Dirinya berharap bisa segera dilakukan fogging di desanya, agar ke depan tidak ada lagi warganya yang tertular DBD.Sebab jika tidak dilakukan fogging, dirinya khawatir penderita DBD di desanya akan terus bertambah. “Usulan ke Dinas Kesehatan sudah kami sampaikan Jum’at (19/6) kemarin, kami sangat berharap di desa kami bisa dilakukan fogging,” harap Yulberd.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan BS, Siswanto SSos MSi mengaku hingga saat ini jumlah penderita DBD terus bertambah.

Bahkan jumlahnya sudah melebihi tahun lalu. Sebab sepanjang tahun 2019 hanya terdapat 80 kasus. Namun di tahun 2020 ini hingga minggu ke tiga Juni sudah terdapat 88 kasus. “Saat ini warga yang terserang DBD sudah 88 orang,” ujarnya.

Dikatakan Siswanto, pihaknya saat ini terus melakukan fogging. Hanya saja dirinya berharap warga dapat sabar menunggu.

Sebab jumlah antrean sudah mencapai 14 titik dan ditambah dengan di Desa Melao sudah menjadi 15 titik. Dirinya memastikan semua usulan yang masuk tersebut akan didatangi untuk dilakukan fogging.

“Setiap usulan akan kami datangi untuk difogging, saya harap warga bersabar, sebab saat ini antrean sudah panjang dan petugas kami akan mendahulukan yang paling duluan menyampaikan usulan,” terang Siswanto.

Siswanto juga menjelaskan, dengan banyaknya warga yang terserang DBD ini, disebabkan karena selama ini warga fokus melawab penyebaran korona, sehingga kurang memperhatikan kebersihan lingkungan.

Untuk itu dirinya berharap warga dapat selalu menjaga kebersihan lingkungan seperti membersihkan sampah sekitar pemukiman, serta menerapkan 3 M yakni menutup, menguras dan mengubur tempat tempat yang berpotensi menjadi genangan air. “Mari kita terapkan 3M agar terhindar dari serangan DBD,” imbau Siswanto. (369)