Pasien Covid-19 di Bengkulu Utara Dimakamkan Secara Biasa


APRIZAL/BE
Proses pelaksanaan pemakaman jenazah pasien covid-19 di Desa Tanjung Raman Kecamatan Arga Makmur Kabupaten dilakukan secara biasa, Sabtu (24/4)

ARGA MAKMUR, bengkuluekspress.com– Pihak keluarga pasien covid-19 menolak saat tim Satgas Covid-19 hendak melakukan proses pemakaman pasien secara protokol kesehatan covid-19. Sehingga pelaksanaan proses pemakaman dilaksanakan seperti biasa tanpa prosedur Covid-19. Hal tersebut akui Sekretaris Desa Tanjung Raman Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Riswanto saat dikonfirmasi BE, Sabtu (24/4).
“Ya, lantaran pihak keluarga tidak terima almarhum dinyatakan positif Covid-19, sehingga proses pemakaman dilakukan seperti biasa tanpa ada prosedur standar covid-19,”kata Riswanto Sekdes Tanjung Raman

Riswanto menjelaskan, bahwa almarhum bernama Iqbal (21) bukan warga Desa Tanjung Raman melainkan warga Desa Bukit Indah, Kecamatan Ketahun. Akan tetapi memang orang tuanya berasal dari sini dan Kakek dan Neneknya berdomisili disini. Maka dari itu atas permintaan orang tua almarhum jenazahnya untuk dapat dimakamkan disini. Dikarena informasi awalnya almarhum meninggal dunia akibat kecelakaan di Bengkulu Pada Jumat (23/4) lalu, sekitar pukul 22.30 Wib.
“Kita dari pihak pemerintah desa tidak dapat berbuat banyak. Memang awalnya kita tahu jenazah almrhum akan di makamkan disini, karena akibat kecelakaan lalulintas di Bengkulu. Namun setibanya disini malah almarhum dinyatakan pasien postif covid-19. Ini yang menjadi pertanyaan besar warga disini dan pihak keluarga Almarhum,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, tim Satgas Covid-19 Kabupaten BU dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) BU Kabid P2P Dinkes BU, Ujang Ismail mengungkapkan, bahwa terkait dengan adanya penolakan pihak keluarga untuk dimakamkan secara prokes pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak. Yang jelas pihaknya telah menjalankan sesuai dengan prosesdur yang ada. Memang, sebelum diketahui terpapar Covid-19, almarhum mengalami kecelakaan lalu lintas di Kota Bengkulu. Namun berdasarkan hasil Lab yang diterima serta koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu, menyatakan almarhum positof Covid-19.
“Untuk permsalahan tersebut saya tidak tahu, karena pemakaman yang tanggung jawab bidang relawan satgas. Namun untuk almarhum memang positif covid-19 sesuai dengan koirdinasi dan hasil Lab yang kita terima,”tandasnya.(127)