Pasar Terancam Longsor

DIANCAM LONGSOR - Kades Pelajau, Ujang Supran saat menunjukan tepi los bangunan lama yang harus dipasang pelapis tebing agar tak terjadi longsor, kemarin
Bakti/Bengkulu Ekspress
LONSOR : Kades Pelajau, Ujang Supran saat menunjukkan tepi los bangunan lama pasar yang harus dipasang pelapis tebing agar tidak longsor, kemarin (11/9).

KARANG TINGGI, Bengkulu Ekspress – Pembangunan los baru di pasar tradisional Desa Pelajau, Kecamatan Karang tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) sepertinya akan menimbulkan masalah baru.Pasalnya, los pasar yang baru dibangun tersebut berada sedikit di bawah bangunan pasar lama.Sebelum pengerjaan los baru dimulai, pihak kontraktor melakukan pengerukan lahan yang berada tepat di samping bangunan pasar lama.Akibatnya, keamanan bangunan los lama dalam kondisi terancam ambruk akibat longsor.

“Jika tidak segera dibangun pelapis tebing, kami khawatir bangunan los lama akan ambruk akibat longsor. Terutama saat musim penghujan setelah kemarau panjang yang mengakibatkan struktur tanah menjadi gembur. Ini merupakan permasalahan serius,” kata Kepala Desa (Kades) Pelajau, Ujang Supran.

Selain mengancam bangunan pasar lama, sambung Ujang, bangunan los baru juga dalam kondisi berbahaya.Sebab, gedung yang dibangun dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 618 juta tersebut berada di tepi jurang.



“Perlu diketahui, sebagian bangunan los berdiri di atas tanah timbunan. Sedangkan pada bagian bawah tampak seperti jurang. Jika tak dibangun pengaman, bangunan los baru juga tak akan bertahan lama,” beber Ujang.

Lebih lanjut, Ujang menerangjan, bahwa kritik dan saran melalui media diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindakop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Benteng dalam mengambil kebijakan.

“Apa yang kami sampaikan merupakan salah satu fakta yang terjadi di lapangan. Kami sangat berterima kasih dengan adanya pembangunan los baru. Meski demikian, kami harap pembangunan yang ada bisa bertahan lebih lama dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas. Terutama saat melakukan aktivitas jual beli setiap hari Jumat,” harap Ujang.(135)