Pasar Ramadhan di Dwi Tunggal , Ketua DPRD Menolak

M Ali ST
M Ali ST

CURUP, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong akan kembali menyediakan lokasi pasar Ramadhan untuk para pedagang di Kabupaten Rejang Lebong. Dimana lokasi yang akan digunakan untuk pasar Ramadhan adalah Lapangan Dwi Tunggal Kota Curup.

“Tahun ini, sesuai dengan petunjuk Pak Bupati, untuk lokasi pasar Ramadhan akan kita laksanakan di Lapangan Dwi Tunggal,” terang Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Rejang Lebong, Heni Kurniati saat dikonfirmasi, Kamis (26/4) kemarin.

Dipindahkanya lokasi pasar Ramadhan dari Lapangan Setia Negara Curup yang selama dua tahun terakhir dilaksanakan di Lapangan Setia Negara Curup lantaran saat ini di lapangan Setia Negara Curup tengah dilakukan pembangunan tahap kedua pasar kuliner.

“Kita pindahkan dari lapangan Setia Negara, karena di lapangan setia negara saat ini tengah dilakukan pembangunan pasar kuliner tahap II,” tambah Heni yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong tersebut.

Menyikapi rencana kepindahan lokasi pasar Ramadhan dari Lapangan Setia Negara Curup, ke Lapangan Dwi Tunggal mendapat penolakan dari DPRD Rejang Lebong. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Rejang Lebong, M Ali ST.

“Saya meminta rencana dilaksanakannya pasar Ramadhan di Lapangan Dwi Tunggal untuk ditinjau lagi,” pinta politisi Gerindra tersebut.

Pelaksanaan Pasar Ramadhan di Lapangan Dwi Tunggal harus dikaji ulang, menurut Ali dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya karena dalam waktu dekat ini akan dilakukannya pembangunan tahap kedua Lapangan Dwi Tunggal Curup. Pembangunan tersebut harus segera dilakukan karena rencananya akan digunakan untuk lokasi peringatan HUT Kota Curup yang akan dilaksanakan setelah lebaran nanti.

Kemudian menurut Ali, alasan lain pelaksanaan pasar Ramadhan tidak dilaksanakan di Lapangan Dwi Tunggal, karena lokasinya sangat dekat dengan RSUD Curup dan SMPN 5 Rejang Lebong, sehingga dikhawatirkan kegiatan Pasar Ramadhan tersebut justru akan mengganggu baik masyarakat yang tengah berobat maupun anak-anak sekolah.

“Kalau dilaksanakan di Lapangan Dwi Tunggal, dikhawatirkan akan mengganggu baik pasien rumah sakit maupun anak sekolah,” jelasnya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Ali menyarankan agar pelaksanaan pasar Ramadhan dilaksanakan di lokasi sebelumnya yaitu di Pasar Bang Mego dan Pasar Atas. Karena menurutnya jangankan di lapangan Dwi Tunggal, di Lapangan Setia Negara banyak pedagang yang komplain, hal tersebut terlihat dari pelaksanaan selama dua tahun terakhir, dimana pedagang selalu menolak dilaksanakannya pasar Ramadhan di Lapangan Setia Negara Curup.

“Saya minta dikembalikan ke Pasar Bang Mego dan Pasar Atas saja, jangan sampai nanti pedagang keberatan dan menjadi polemik lagi,” harap Ali. (251)