Pasar Modal Masih Terjaga

modal
foto : IST

BENGKULU, BENGKULU EKSPRESS – Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dianggap tidak terlalu riskan pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski ada anggapan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini menjadi sentimen negatif terhadap pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun bagi BEI, dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini di pasar modal tidak terlalu riskan dan masih dalam kondisi terjaga.

Kepala Perwakilan BEI Bengkulu, Bayu Saputra mengaku, saat ini rupiah tidak sedang melemah. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, saat ini dolar AS yang memang tengah menguat terhadap mata uang negara-negara di dunia.

“Jadi, selama saham-saham di BEI itu bagus, maka akan ada investor yang keluar dan ada yang masuk, dan hal itu wajar,” kata Bayu, kemarin (3/10).

Pada saat rupiah melemah, bagi investor yang melihat peluang pasti melihatnya harga saham jadi murah dan terjangkau. Misal, pelemahan rupiah ini membuat sebagian investor asing merasa takut kemudian keluar dari pasar modal Indonesia dengan melakukan aksi jual saham. Hal ini akan mengakibatkan harga-harga saham jatuh atau murah.



“Di sisi lain, ada investor asing yang justru melihat peluang. Sebagian investor melihat kondisi ini sebagai kesempatan untuk masuk. Karena harga-harga saham lagi murah (terjangkau),” ujar Bayu.

Ia mengaku, terjangkaunya harga saham disebabkan oleh aksi menjual saham yang dilakukan investor, akan tetapi kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Karena dari sisi fundamental, pasar modal Indonesia masih cukup kuat. Terlebih, pelemahan nilai tukar ini juga terjadi hampir di semua mata uang di dunia.”Kondisi ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal. Saya yakin IHSG akan balik kembali positif,” imbuh Bayu.

Bahkan, jika melihat pertumbuhan pasar modal di Bengkulu sendiri, saat ini memang bertumbuh cukup menggembirakan. Dahulu waktu BEI hadir di Bengkulu tahun 2016, jumlah investor masih sekitar ratusan orang. Dan data BEI Perwakilan Bengkulu hingga 31 Agustus 2018 tercatat sebanyak 2.775 investor. “Ya, bisa dibilang masyarakat Bengkulu sudah melek investasi di pasar modal. Kami juga akan terus meningkatkan investor lokal, hingga akhirnya pasar modal Indonesia pastinya akan bertumbuh,” tutupnya.(999)