Pasar dan Supermaket di Kota Bengkulu Sepi 

FOTO RIFKY/BE – Pedagang beras di Pasar Panorama sedang melayani pembali.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Para pedagang di Bengkulu, mengeluhkan semakin sepinya pembeli sejak marebaknya Corona.

Parman (36) pedagang sembako di Pasar panorama mengatakan, kunjungan pembeli sudah tiga hari ini turun. Pasar semakin sepi karena mungkin takut corona, dan juga pembeli sekarang enggan masuk ke dalam pasar.

“Semakin sepi, ya begini ini. Mungkin pada takut ke pasar karena Corona. Kabarnya ada imbauan mengurangi keramaian dan menajaga jarak, pembeli juga enggak mau masuk ke dalam, biasanya membeli PKL yang di luar,” ungkap Parman, Kamis (19/3) sore.

Sementara itu terpisah, salah satu pembeli di Pasar Tradisional Modern (PTM) Maryati (22) seorang mahasiswi yang membeli bahan pangan berupa telur ayam yang harganya masih dalam keadaan normal.

“Ke pasar beli telur, harganya per karpet tadi Rp. 41 ribu, dan juga beli sayuran juga masih normal, idak beli bawang dan cabe karno kemaren sudah beli banyak di kosan,” kata Maryati.

Ia juga tidak menanggapi tentang kasus corona, karena bila mencari bahan dapur tetap mencari ke pasar pasar terutama sayuran. Ia juga tidak menyetok banyak bahan dapur mengingat saat ini aktivitas perkuliahan diliburkan, Ia juga selalu antisipasi setiap masuk pasar selalu menggunakan masker.

“Sepi pasar tadi, lah keliling idak ado yang rame dan bahan yang dicari jugo idak susah dicari hargonyo masih normal, kalu untuk stok saat ini belum karno saat ini memang kuliah libur, kalu ke pasar 3 hari sekali,” terangnya.

FOTO RIFKY/BE – Petugas Kasir sedang melayani pembeli di Supermarket Mega Mall, loket kasir juga hanya satu yang di buka.

Sementara itu terpisah, dari pantauan pewarta di dalam supermarket Mega Mall tidak banyak pengunjung yang datang untuk berbelanja hanya beberapa orang saja yang lalu lalang. Terpantau hanya ada satu loket kasir yang buka dan antrian juga tidak mengular.

“Ini mas bisa liat sendiri antrian hanya beberapa orang saja, mungkin aja karena corona bisa jadi mas, tetapi biasanya masyarakat harusnya banyak yang stok bahan tetapi sekarang kok sepi,” ungkap seorang petugas kasir. (CW1)