Pasar Barukoto Membara

RIO-KEBAKARAN PSR BARUKOTO 2 (8)
BENGKULU, BE – Kebakaran hebat kembali terjadi di kota Bengkulu, sekitar pukul 15.40 WIB, Sabtu (11/10) kemarin. Kali ini terjadi Pasar Barukoto II yang berlokasi di Jalan Tenggiri, Kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu. Dalam kebakaran tersebut belasan kios, ludes dilalap si jago merah.
Hingga saat ini belum diketahui pasti sebab kebakaran tersebut, namun dugaan sementara api berasal dari konsleting listrik.
Dari data yang berhasil dihimpun, belasan kios tersebut diantaranya, Andri Muktar pemilik 3 kios penggilingan ikan, Vina pemilik 2 ruko baju, Wati Salon Rio,
penggilingan cabe milik Acin, penggilingan ikan milik Rahmat, 2 kios ayam millik Rina dan kios santan milik Ade Olet.
Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian yang ditimbulkan mencapai ratusan juta rupiah. Api berhasil dipadamkan sekitar 2 jam dimulai dari pukul 15.40 hingga 17.30 WIB. Tampak ratusan warga berkerjasama serta dibantu dengan 10 mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.
Sementara itu, Kapolres Bengkulu AKBP Iksantyo Bagus Pramono SH MH, melalui Kapolsek Teluk Segara Kompol Gondo Suwanto, ketika dikonfirmasi, mengatakan pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab dan asal usul api tersebut.
“Hingg saat ini penyebab api belum bisa kita ketahui. Jika diperlukan kita akan mendatangkan tim forensik dari Palembang untuk mengetahui secara pasti penyebabnya. Dan kita belum mengetahui kerugian atas peristiwa tersebut sebab kita belum menerima laporan dari korban,” jelasnya.
Andri Muktar (35), pemilik kios penggilingan ikan saat kejadian dirinya sedang sibuk menggiling ikan. Tiba-tiba terasa panas. “Setelah saya keluar api yang berasal dari toko pakaian Jhon sudah membesar dan melalap belasan kios lainnya,” ungkap Andri.
Senada dengan apa yang disampaikan Andri, Surya, Ketua RT 12, Kelurahan Malabero. Ia juga tak mengetahui secara pasti penyebab kejadian tersebut. “Saat itu saya mendengar teriakan ada kebakaran, dan setelah saya lihat orang sudah ramai dan api sudah membesar,” ujarnya.(135)