Pasar Ampera Membara, 20 Kios Ludes

ampera terbakar lagi warga berupaya membongkar pintu kiosPASAR MANNA, BE – Sekitar 20 unit kios di Pasar Ampera di Kecamatan Pasar Manna, Bengkulu Selatan, yang baru ditempati pedagang terbakar. Kebakaran yang terjadi Senin malam sekitar pukul 23.45 WIB tersebut, merupakan kali kedua yang terjadi pasar tersebut. Pasalnya beberapa bulan lalu, pasar kebanggaan warga Manna itu juga pernah terbakar dan menghanguskan ratusan kios.
Data terhimpun, kebakaran yang terjadi tengah malanm itu menghebohkan warga Kelurahan Ketapang Besar dan Kelurahan Pasar Bawah yang rumahnya tidak jauh dari pasar tersebut.
Api tersebut menghanguskan 20 kios yang baru dibangun tahun 2012 lalu oleh KUD Pasar Manna. Kerugian ditaksir mencapai Rp 2,1 M.
Agus (45), salah seorang penjaga malam Pasar Ampera kepada BE mengaku, api berasal dari kios manisan milik Asben. Setelah membakar kios itu, apipun menjalar ke kios lain. Pasalnya ke-20 kios itu berdampingan, sehingga memudahkan api untuk membakarnya.
Selain itu, ludesnya 20 kios itu karena hanya ada satu mobil pemadam kebakaran (PBK) yang berupaya memadamkan api. Tentu saja, hal itu tidak mampu menjinakan api. Akhirnya, dalam tempo 2 jam, ke-20 kios itu tinggal menyisakan puing-puingnya saja. “Sebenarnya kalau ada 2 mobil PBK saja yang memadamkan api, maka saya yakin ke-20 kios itu tidak akan habis terbakar,” ujar Agus.
Sementara itu, Kapolsek Kota Manna, Iptu Ahmad Mega Rahmawan SP mengungkapkan, dari pantauan pihaknya di lapangan, diduga penyebab kebakaran akibat korsleting listrik. Pasalnya, dalam kios itu jaringan listriknya tidak standar dan bukan pasangan dari pihak pengembang. Terlebih lagi saat itu tidak ada satupun pemilik kios di lokasi. “Dugaan kami sementara itu kebakaran disebabkan korsleting listrik, tapi untuk pastinya masih kami selidiki,” ucapnya.
Sementara itu Kabid Perdagangan Disperindagkop BS, Isran Kasiri MSi,  yang turun memantau lokasi kebakaran kemarin, mengatakan, ke-20 kios itu dibangun pada tahun 2012 lalu dengan anggaran Rp 800 juta. Sementara pedagang yang mengisi 20 kios itu terdiri pedagang manisan, sayur-sayuran, penjual beras serta plastik.  Namun  karena saat peristiwa kebakaran itu para pemiliknya sedang tidak ada di lokasi, sehingga semua barang dagangan tidak bisa diselamatkan. “Dengan adanya kebakaran ini, kami akan koordinasikan lagi dengan Pemda BS dan Pemda provinsi agar dapat diperbaiki kembali,” kata Isran.
Di sisi lain, Sekkab BS Rudi Zahrial SE kemarin turun ke lokasi memantau kawasan Pasar Ampera. Rudi mengaku turut bersedih atas peristiwa terbakarnya kios yang belum sampai setahun dibangun itu. Terlebih lagi sebelumnya sebanyak 170 lebih kios pasar Ampera terbakar pada akhir Nopember 2012 lalu.
Dalam kesempatan itu, Rudi membagikan bantuan masa panik kepada pemilik kios. “Kami ikut bersedih dengan terbakarnya kios yang baru dibangun ini, kami akan upayakan agar nantinya ada solusi untuk memperbaiki kios yang terbakar sehingga para pedagang dapat segera berjualan kembali,” terangnya.(369)