Pasar Ampera Membara, 108 Kios Ludes

PASAR MANNA, BE – Kebakaran hebat melanda Pasar Ampera Kabupaten Bengkulu Selatan, sekitar pukul 04.00 WIB, kemarin (26/11). Kobaran api melahap 108 kios pedagang pakaian dan pecah belah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun api yang diduga dari korsleting listrik itu membuat pedagang pasar tersebut merugi hingga miliaran rupiah.
Menurut Ein (28) salah seorang pedagang yang ikut menyaksikan peristiwa tersebut, api berasal dari salah satu kios pakaian. Api cepat merambat lantaran ratusan kios berdempetan. Pemilik kios yang berada di bagian dalam Pasar Ampera tak ada yang sempat menyelamatkan barang dagangannya.

“Saya melihat kobaran api semula dari atas kios bagian dalam. Lalu membesar dan menghanguskan kios-kios lainnya. Beruntung kios saya di bagian luar sehingga jualan saya mampu diselamatkan,” ucap Ein penjual sandal yang mengaku sudah berada di Pasar Ampera sekitar pukul 03.45 WIB.

Mobil PBK tiba saat api telah membumbung tinggi. Apalagi mobil pemadam kebakaran yang datang hanya 1 unit sehingga tidak mampu meredam amukan si jago merah. Pasalnya, mobil PBK yang dimiliki Pemkab Bengkulu Selatan hanya 3 unit, 2 diantaranya dalam kondisi rusak. Warga dan pemilik kios pun mencoba memadamkan dengan ember dan peralatan seadanya. Api pun meludeskan 108 kios dan 1 ruko.”Api baru padam sekitar pukul 07.25 Wib ketika api membakar ruko Sinar Agung yang berada di pintu masuk Pasar Ampera,” kata Edi, pedagang lainnya.

Kapolres BS AKBP Yohanes Hernowo SIK MH didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Citra Akbar ST SIK dan Kapolsek Kota Manna Iptu Ahmad Mega Rahmawan SP yang langsung terjun ke TKP mengatakan belum mendapatkan penyebab pasti kebakaran tersebut. Dugaan kuat terjadi korsleting listrik. Sebab sebelum kejadian Kabupaten Bengkulu Selatan diguyur hujan deras. Besar kemungkinan air hujan merembes kios pedagang yang membasahi kabel listrik.”Tapi penyebab pastinya masih kami selidiki,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Disperindagkop BS Ir Resmen Asnawi MAP didampingi Kabid Perdagangan Isran Kasiri MSi merinci jumlah kios yang terbakar itu ada 108 kios. Terinci kiosĀ  blok 3 ada 10 unit, blok 4 ada 24 unit, kios blok 5 ada 24 unit. Kemudian kios kecil blok 1 ada 10 unit dan blok 2 ada 10 unit. Sedangkan untuk lapak-lapak pedagang yang ada di dalam pasar belum diketahui jumlahnya.”Untuk jumlah kerugian belum pasti. Kami masih mendata jumlah pedagang dan jenis daganganya yang hilang. Tapi prediksi kita menembus angka miliaran rupiah,” jelasnya.

Saat kebakaran terjadi Wakil Bupati BS Dr drh Rohidin Mersyah MMA dan Ketua DPRD BS Susman Hadi SP ikut menyaksikan kobaran api itu. Keduanya menyampaikan keprihatinan terhadap musibah yang menimpa ratusan pedagang. “Tentunya kebakaran ini membuat para pedagang kehilangan tempat berjualan. Bahkan kehilangan barang dagangannya. Saya berharap agar tetap semangat dan tidak larut dalam musibah kebakaran ini,” imbuh Wabup.(369)