Pasangan Syamlan & Marigo Lolos

BENGKULU, BE – Setelah melewati proses panjang, akhir pasangan kandidat jalur perseorangan HM Syamlan – Jumaris Dadag dan Ridwan Marigo – Bowo Triyanto lolos dalam verifikasi faktual tahap kedua. Lolosnya pasangan ini ditetapkan dalam pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu yang digelar, kemarin. Dengan demikian jumlah kandidat yang akan bertarung tetap 11 pasang.
“Berdasarkan hasil pleno yang kami lakukan, pasangan pak Syamlan dan Marigo dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahapan berikutnya,” kata anggota KPU bidang sosialisasi, Dra Sri Martini kepada BE, kemarin.
Ia menjelaskan untuk pasangan Syamlan – Jumaris Dadang dukungan yang diserahkan sebanyak 3.886 dukungan, dari dukungan tersebut memenuhi syarat sebanyak 3.239 dan tidak memenuhi syarat sebanyak 647 dukungan. Sedangkan sebelumnya pasangan ini mengalami kekurangan hanya sebanyak 1.943 dukungan. Sementara pasangan Ridwan Marigo – Bowo menyerahkan dukungan tahap II ini sebanyak 4.686 dukungan, memenuhi syarat sebanyak 3.811 dan tidak memenuhi syarat hanya 875 dukungan. Pada tahap I lalu, pasangan ini mengalami kekurangan sebanyak 2.343 dukungan.
Ia menjelaskan lolosnya kedua kandidat tersebut tidak lepas dari kerja sama tim pemenangan dalam memasukkan dukungan tambahan. Jika sebelumnya banyak terdapat dukungan ganda, PNS, TNI, Polri yang masih aktif, kemudian pada dukungan tambahan ini hal tersebut tidak banyak lagi ditemukan.
“Sepertinya kekurangan dukungan pada tahap pertama menjadi pengalaman bagi masing-masing kandidat, sehingga dukungan yang diberikan tahap II lebih akurat dan lebih berkualitas dibandingkan dukungan yang diberikan tahap pertama,” ujarnya.
Terkait mencuatnya informasi sebelumnya, bahwa KPU, PPK dan PPS mendapat intervensi agar tidak meloloskan kedua pasangan balon tersebut, ia menjelaskan pihaknya tidak pernah mendapatkan laporan dari PPK dan PPS. “Setahu kami tidak ada intervensi dari piha mana pun yang bertujuan untuk menjegal kedua pasangan kandidat ini,” bebernya,
Ia mengatakan, jika pun intervensi itu ada, maka pihaknya tetap akan bekerja secara profesional. Karena lolos atau tidak suatu pasangan bukan tergantung dari ada atau tidaknya tekanan, melainkan tergantung dengan dukungan yang diberikan oleh balon itu sendiri. “Meskipun ada intervensi, maka tidak akan kami gubris karena kami harus profesional, tidak mau sembarangan meloloskan atau tidak meloloskan balon,” tutupnya.(400)