Partisipasi Warga Tinggi

IRUL/Bengkulu EkspressNYOBLOS: Bupati saat memberikan hak suaranya pada Pilpres dan Pileg di TPS 2 Desa Coko Nau Kecamatan Kaur Utara dan Wabup di TPS Desa Suka Bandung Kecamatan Kaur Selatan, Rabu (17/4).

Susu Kurang, Pencoblosan Dihentikan

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Bupati Kaur Gusril Pausi SSos bersama keluarganya menyalurkan hak pilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 Desa Coko Nau Kecamatan Kaur Utara Kabupaten Kaur. Seusai memberikan suaranya di TPS itu, Gusril menolak membeberkan calon presiden nomor urut berapa yang dipilihnya.



“Kalau pilihan itu rahasia dong, sebagai warga negara kita harus memilih,” kata kata bupati sambil senyum usai memberikan hak suaranya di TPS 2 Desa Coko Nau, kemarin (17/4).

Dikatakan bupati, ia sangat berharap, tingkat partisipasi pemilih warga di Kaur pada pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2019 ini bisa lebih tinggi dari Pemilu sebelumnya. Karena, partisipasi warga Kaur pada Pemilu sebelumnya masih rendah. Untuk itu, bupati berharap kehadiran masyarakat 90 persen dalam mengunakan hak pilihnya di Pemilu serentak 2019 ini.“Tentunya saya berharap kepada masyarakat datang ke TPS, gunakan hak pilihnya, sesuai hati nurani. Mari sukseskan Pemilu legislatif dan Pilpres, dan mudah-mudahan antusias warga bisa di atas rata-rata,” harapnya.

Dikatakan bupati, ia mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada penyelenggara dan pengawas Pemilu, serta media yang gencar memberitakan Pemilu. Juga bupati mengaku senang karena Pemilu 2019 ini dapat berjalan aman dan lancar. Menurutnya, siapapun nanti presiden atau anggota DPRD yang akan menjadi pilihan rakyat, semua pihak harus dapat menerimanya.”Itu pemimpin yang dikehendaki rakyat, jadi siapapun yang tepilih harus diterima. Kita berharap, bisa berjalan lancar, dan mudah-mudahan ini pesta demokrasi, suka cita, dan semuanya. Jaga kondusifitas,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Hj. Yulis Suti Sutri, yang menggunakan haknya di TPS 1 Desa Suka Bandung Kecamatan Kaur Selatan saat ditanya nyoblos siapa, tanpa ragu-ragu Wabup mengatakan mencoblos jagoannya nomor dua.“Ya tentu kita nyoblos nomor dua dan sesuai pilihan kita,” kata Wabup sembari tersenyum.

Wabup yang juga tercatat sebagai Tim Sukses Pemenangan Prabowo- Sandiaga Uno ini optimistis, Capres jagoannya akan menang. Untuk Kaur, pihaknya meyakini Prabowo-Sandi bisa meraih suara 70 persen bahkan lebih. “InsyaAllah saya yakin menang. Untuk perolehan suara di sini, dan kita berharap dalam Pemilu ini berjalan aman dan damai,” harapnya.

Usai nyoblos, Bupati, Wabup dan Kapolres Kaur serta bersama tim Pengawas dari Polda Bengkulu langsung memantau ke sejumlah TPS yang ada di beberapa kecamatan Kabupaten Kaur. Monitoring ini guna memastikan pelaksanaan Pemilu berjalan lancar, tertib dan aman. Dimana pantauan sementara semuanya aman sesuai yang diharapkan.

Surat Suara Kurang, Pencoblosan Dihentikan

Di lain sisi, proses pencoblosan Pemilu 2019 di beberapa TPS di wilayah Kaur Selatan Kabupaten Kaur sempat dihentikan untuk sementara. Hal itu dikarenakan sejumlah TPS kehabisan surat suara (Susu) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kaur.

Kekuragan Susu ini seperti terjadi di TPS 1 Desa Gedung Sako Kecamatan Kaur Selatan dan TPS 2 Desa Suka Bandung Kecamatan Kaur Selatan, dimana dalam proses pencoblosan itu harus diberhentikan sejak pukul 11.00 WIB setelah pihak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengetahui surar suara untuk DPD dan DPRD Kaurang.

“Yang kurang 44 surat suara DPD dan DPRD 1 dan kita sudah meminta warga untuk tenang. Kami pastikan juga agar hak pilih mereka tidak hilang, dan masalah kekurangan ini kita sudah koordinasi dengan pihak PPK,” kata Ketua KPPS TPS 1 Desa Gedung Sako UU Suryana kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (17/4).

Hal serupa juga disampaikan ketua KPPS TPS 2 Desa Suka Bandung Hairul Tahzan, ia menyampaikan proses pemungutan suara di TPS 2 Desa Suka Bandung sempat terhenti beberapa jam. Hal ini karena Susu untuk DPRD Provinsi yang seharusnya 195 dan hanya 145 atau berkurang 50 lembar. “Karena ada surat suara DPRD Provinsi yang kurang maka kami hentikan dulu. Menunggu intruksi lebih lanjut dari PPK dan PPS,”terangnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kaur, Mexsi Resmanto SE, saat dikonfirmasi menyampaikan, hingga saat ini jajarannya tengah berkoordinasi dengan pihak PPK di masing-masing Kecamatan. Ia juga mengatakan jika ada TPS yang kekurangan surat suara agar segera melaporkan kepada Panwaslu Kecamatan.

“Kita pastikan semua terdistribusi dengan baik, memang ada laporan yang habis untuk surat suara DPD atau DPRD dan DPR RI, tapi semua kami pastikan bisa menggunakan hak pilihnya, dan kita sudah upayakan untuk TPS yang lebih atau tidak dipakai surat suaranya kita pindahkan ke TPS yang mengalami kekurangan itu,” jelasnya.(618)