Partai Golkar RL Bergolak

 11 PK Tuntut Musdalub

IMG_9423CURUP, BE – Disaat sejumlah partai politik peserta pemihan umum (Pemilu) melakukan berbagai langkah strategis persiapan menghadapi Pemilu Legislatif 2014, kabar tidak mengenakkan malah mencuat pada kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Rejang Lebong.

Sebanyak 11 ketua pengurus kecamatan Partai Golkar, malah menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten RL periode 2009-2014, Yurizal M. BE.  Mereka (pengurus kecamatan) menuntut dilakukan musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) dan menunjuk Ketua DPD baru.   Tuntutan tersebut tertuang dalam surat bernomor 001/PK-P. Golkar-RL/Bersama/II/2013 tertanggal 15 Februari 2013 yang ditandatangani 8 pimpinan pengurus kecamatan Partai Golkar, serta dua pengurus harian DPD Partai Golkar RL.

Dalam surat tersebut, para pimpinan pengurus kecamatan menilai, sejak DPD partai Golkar Kabupaten RL dipimpin oleh Yurizal, sangat minim sekali melakukan sosialisasi, konsolidasi dan pertemuan-pertemuan internal partai serta penerapan strategi politik dalam menghadapi pemilu legislatif 2014.

Selain itu, beberapa pengurus kecamatan menilai Yurizal selalu tidak transparan dalam pengelolaan dan pendapatan keuangan organisasi, termasuk dari pendapatan jumlah anggota DPRD RL sebanyak empat kursi di DPRD Kabupaten RL.  Sehingga dikhawatirkan merusak elektabilitas atau hasil survey sebuah lembaga survey Indonesia (LSI), pada Pemilu legislatif 2014 mendatang partai Golkar diprediksi sebagai partai politik pemenang Pemilu.

Terkait hal itu, Ketua DPD II Partai Golkar RL Yurizal dikonfirmasi Bengkulu Ekspress melalui handphone mengaku sudah mengetahui perihal surat berisi mosi tidak percaya terhadap dirinya. “Surat itu disampaikan ke DPD I Partai Golkar Provinsi Bengkulu, saya ada saat itu di ruangan lain pada saat surat disampaikan,” jawabnya.

Menanggapi tuntutan Musdalub, oleh sejumlah pengurus kecamatan partai Golkar, Yurizal menilai hal ini merupakan politik, yang dilakukan oleh oknum kader atas dasar kekecewaan karena tidak dapat jabatan di DPD II Partai Golkar RL, lalu orang yang takut tidak dicalonkan dalam Pemilu 2014, dan selama ini sudah sering beberapa kebijakan DPD dan fraksi partai Golkar.

“Saya yakin tidak ini hanya oknum pimpinan kecamatan, bukan kepengurusan kecamatan seluruhnya. Bahkan saya sudah cek langsung ke beberapa pengurus kecamatan, memang ada yang mendalangi isu ini,” sesal Yurizal.

Soal partai tidak melakukan upaya pergerakan, Yurizal menerangkan kalau hal itu belum waktunya dan harus menunggu petunjuk dari pimpinan di atasnya secara hirarki, begitu juga soal penunjukkan kader untuk dicalonkan itu bukan kebijakan saya pribadi, tapi keputusan partai melalui sebuah penilaian partai. “InsyaAllah besok (hari ini) kita akan lakukan pertemuan, agendanya pertama untuk persiapan Rakernis di Bengkulu, agenda berikutnya memanggil semua pimpinan kecamatan membahas tuntutan oknum pengurus kecamatan tersebut,” kata Yurizal. (999)