Parpol Pengusung Tak Hadir, KPU Kaur Kecewa

SOSIALISASI: KPU Kaur saat menggelar sosialisasi persiapan pemeriksaan kesehatan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kaur tahun 2020, dengan melibatkan IDI, Dinkes dan Parpol di aula K Hotel Desa Kepala Pasar, Selasa (1/9).

BINTUHAN, bengkuluekspress.com – Sosialisasi persiapan pemeriksaan kesehatan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kaur tahun 2020 minim peserta. Dalam sosialisasi yang digelar KPU Kaur di aula K Hotel Desa Kepala Pasar Kecamatan Kaur Selatan dan melibatkan Ikan Dokter Indonesia (IDI) serta Dinkes Kaur ini, hanya satu partai politik (Parpol) pengusung yang hadir mengikuti sosialisasi. Sedangkan 11 Parpol lainnya tidak hadir dalam sosialisasi tersebut.

“Kami sangat kecewa dengan Parpol pengusung yang tidak hadir di kegiatan yang sangat penting seperti ini. Padahal semua Parpol di Kaur akan mengusung Paslon sudah kita undang,” kata Ketua KPU Kaur, Mexsi Resmanto SE saat membuka sosialisasi, kemarin (1/9).

Dikatakan Mexsi, pihaknya merasa kecewa atas kurangnya respon Parpol dalam kegiatan sosialisasi yang digelar KPU ini. Sebab dalam sosialisasi ini banyak sekali informasi mengenai Pilkada yang harusnya diketahui masing-masing Parpol peserta Pilkada. Karena sosialisasi ini merupakan upaya meminimalisir kemungkinan terjadinya persoalan ketika tahapan Pilkada sudah berjalan.

“Nanti kalau ada persoalan, kadang Parpol menyalahkan dan memprotes KPU. Padahal lembaga ini bekerja sesuai tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan. Seharusnya dengan kegiatan seperti ini Parpol paham agar nanti tidak lagi ada kesalahan,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Teknis, Irpanadi SKom juga menyampaikan, sosialisasi persiapan pemeriksaan kesehatan Balon Bupati dan Wakil Bupati Kaur tahun 2020 ini bertujuan agar Parpol mengetahui dan mensosialisasikan ke Balon yang akan diusungnya di Pilkada, apa saja yang harus dipersiapkan Balon dalam menghadapi pemeriksaan kesehatan.

“Nanti dalam pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di RS M Yunus dan RSJKO serta BNN. Jadi, pemeriksaan kesehatan ini bukanlah formalitas, karena bisa berakibat fatal jika hasilnya nanti dinyatakan tidak memenuhi syarat di jasmani dan rohaninya,” sampainya.

Ditambahkannya, dalam pemeriksaan kesehatan nanti, Balon hanya boleh didampingi satu pendamping. Juga KPU Kaur telah menyurati IDI Cabang Kaur untuk meminta rekomendasi RS pemerintah mana yang akan menjadi tempat pemeriksaan kesehatan Balon. Juga KPU mengingatkan saat mendaftar Balon wajib membawa hasil swab tes.

“Kalau setelah mendaftar dan syarat pencalonan terpenuhi serta hasil swab negatif, kita KPU akan merekomendasikan Balon mengikuti pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Hasil swab akan menjadi syarat pemeriksaan kesehatan sesuai keputusan IDI karena kita sudah kerjasama dengan IDI,” jelasnya. (irul)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*