Parah! 50 Pabrik Produksi Makanan dan Bumbu Palsu

Bengkulu
lustrasi Foto: Pixabay

jpnn.com – Fakta mengejutkan diungkap Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan Tiongkok (CFDA) setelah menerjunkan tim ke Desa Duliu, dekat Tianjin.

Mereka ditugaskan menyelidiki laporan yang baru diunggah Beijing News. Media itu melaporkan bahwa ada sekitar 50 pabrik rumahan di desa tersebut yang memproduksi makanan dan bumbu-bumbu palsu.

Produk-produk itu dikemas dengan label dari merek-merek kenamaan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Misalnya saja, Maggi, Knorr, Nestle, Totole, Donggu, dan Wang Shouyi. Produk palsu tersebut dijual di seantero Tiongkok. Di antaranya, saus, kecap, cuka, merica bubuk, dan bubuk kaldu.

’’Bukankah seharusnya CFDA menjadi pihak yang dihukum? Seluruh desa memalsukan produk (pangan, Red) selama bertahun-tahun. Masihkah kita memercayai departemen ini?’’ tanya salah seorang pengguna Weibo di akun milik CFDA. Penduduk patut berang. Sebab, mayoritas produk itu dipakai sehari-hari oleh warga Tiongkok untuk memasak.

Terungkapnya kasus itu bermula dari kunjungan wartawan Beijing News dan kepolisian setempat ke desa kecil tersebut.

Mereka mendapatkan informasi bahwa hampir seluruh desa menjadi lokasi produksi makanan dan bumbu palsu. Kabar itu ternyata bukan isapan jempol.

Mereka juga bukan pabrik baru, tetapi sudah beroperasi selama setidaknya 10 tahun tanpa adanya pemeriksaan sama sekali.

Diperkirakan, per tahun pabrik makanan palsu tersebut menghasilkan 100 juta yuan atau setara dengan Rp 194,2 miliar.

’’Mayoritas para pemilik pabrik itu memiliki mobil-mobil mewah,’’ tulis Beijing News. Mobil itu tentu saja dibeli dari keuntungan produksi bumbu palsu tersebut.

Beijing News juga mengungkapkan, pabrik-pabrik itu sangat jorok. Mereka mencampur bahan-bahan untuk makanan dan bumbu-bumbu palsu tersebut di dalam tong-tong plastik berukuran besar.

Bukan hanya lokasinya yang jorok. Bahan yang digunakan juga berbahaya.

Dengan mudahnya pabrik-pabrik tanpa izin itu memakai bahan pewarna dalam jumlah besar. Juga garam industri yang tidak aman.

CFDA secepatnya memaparkan hasil temuan di lapangan kepada masyarakat.

Sementara itu, pihak Nestle di Tiongkok menyatakan bahwa timnya juga tengah menyelidiki masalah tersebut.

Para pakar akan membantu perwakilan dari pemerintah untuk mengidentifikasi produk-produk yang mencurigakan. Hal serupa bakal dilakukan Totole. (BBC/CNA/sha/c14/sof)