Paparan MRT Belum Jelas, Jokowi Tunda Buat Putusan

Pemaparan proyek Mass Rapid Transit (MRT) atau kereta bawah tanah yang diprediksi akan diputuskan hari ini kembali menemui jalan buntu. Pasalnya dalam paparan MRT yang dilakukan secara terbuka tersebut masih memunculkan pro dan kontra. Gubernur Joko Widodo pun akhirnya kembali menunda keputasan lanjut tidaknya proyek tersebut.

“Tadi sudah dengar semuanya, sudah jelas belum tadi? Kalau belum jelas, ngapain suruh saya mutusin,” ujar Joko Widodo usai mengikuti Paparan MRT di Balai Kota DKI Jakarta, 28 November 2012.

Jokowi sendiri mengaku sebenarnya pada hari ini menginginkan ada keputusan lanjut atau tidaknya proyek yang akan menghabiskan biaya hampir Rp15 triliun tersebut. “Ini pengennya saya memutuskan cepat. Tapi kalau kalkulasi yang ada belum matang, ya disuruh memutuskan, ya nanti dulu,” katanya.

Ia melihat dalam pemaparan yang disampaikan oleh PT MRT Jakarta kepadanya, masih banyak kekurangan dan dalam beberapa hal masih butuh penjelasan yang lebih dalam. “Harus lebih dipertajam lagi, masalah return of invesment nya tadi belum matang. Kemudian masalah yang menyangkut sosial ekonomi masyarakat. Mesti harus dijelaskan secara transparan kepada masyarakat,” katanya. “Disosialisasikan juga apa yang jelas sehingga bisa diterima. Kalau tidak ya artinya perlu diulang lagi sosialisasinya.”

Jokowi  belum menentukan waktu kapan kembali memanggil pihak MRT untuk melakukan pemaparan.

Dalam acara pemaparan tersebut, selain dihadiri oleh jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta dan perwakilan dari pemerintah pusat, acara tersebut juga dihadiri oleh pakar transportasi dan juga perwakilan warga yang pro maupun kontra.

Berdasarkan pantauan VIVAnews, suasana ruangan Balairung, Balai Kota DKI Jakarta sempat tegang lantaran terjadi perdebatan antara pihak yang pro dan kotra. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama bahkan sampai berusaha untuk melerai perdebatan antara pihak yang pro dan kontra.

“Ini diskusi jangan pada pakai emosi. Ngomongin paparan satu per satu, dimohon semuanya untuk tenang,” kata Ahok.(**)