Panti Asuhan Payung Yatim, Berikan Fasilitas Pendidikan Bagi Anak Kurang Mampu

FOTO SITI PS/BE – Anak-anak Panti Asuhan Payung Yatim usai melakukan kegiatan

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Panti Asuhan Payung Yatim yang beralamat di jalan Medan Baru Rt.21 Rw.02 Kel Pematang Gubernur, Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu menjadikan anak-anaknya berakhlak dan sama rata dengan anak-anak yang lainnya. Meskipun menjadi anak yang tanpa orang tua, mereka sudah banyak yang sekolah dengan layak dan berprestasi.

“Anak-anak disini di didik dan dibina menjadi anak yang berakhlak dan juga diajarkan Tahfiz Qur’an. Anak-anak yang di panti, semuanya diberikan fasilitas pendidikan dari awal masuk sekolah sampai ke jenjang perguruan tinggi. Kami di sini juga mendukung mereka, dengan memberikan motivasi semangat belajar kepada mereka. Agar mereka bisa bersaing melalui kemampuan dan prestasi dengan anak-anak lainnya,” ujar Alfar, penanggung jawab Panti Asuhan Payung Yatim untuk putra, saat diwawancari BE. Kamis (06/02).

Alfar (20) menambahkan, Panti Asuhan Payung Yatim yang telah berdiri sejak 2008 lalu, sudah membina 20 anak yang ada di asrama putra. Panti asuhan Payung Yatim menampung berbagai macam kalangan, seperti anak-anak yatim, piatu, yatim piatu dan yang kurang mampu. Sehingga di panti ini mereka semua tercukupi kebutuhannya dan juga bisa sekolah dengan layak.

Kegiatan yang dilakukan di panti asuhan diadakan setiap hari Senin sampai Kamis. Mereka taddarus Al-Qur’an seperti biasa, namun setiap malam Jumat anak-anak yasinan di aula. Sedangkan kegiatan malam Minggu mereka breafing untuk membahas apa-apa saja keperluan yang kurang dan sudah habis.

Untuk kegiatan sore Minggu biasanya mereka refresing ke Pantai Panjang, ke Pantai Jakat untuk mandi dan berjalan-jalan sekitar kota Bengkulu. “Kami selalu mempunyai kegiatan agar mereka tidak bosan jika hanya di asrama saja,” jelas Alfar.

Adapun fasilitas yang disediakan Panti Asuhan Payung Yatim, seperti ruang tamu (Aula), tempat tidur, ruang Tv, ruang makan, Ac, kipas, kamar mandi serta Wifi. Untuk sumber daya berasal dari para donasi dan juga swadaya masyarakat sekitar. “Untuk kebutuhan biasanya kami dibantu oleh para donasi baik tetap maupun yang tidak, orang yang biasanya donasi itu datang langsung ke lokasi,” kata Alfar.

Alfar berharap bahwa panti asuhaan ini terus melahirkan anak-anak yang berakhlak serta berprestasi. Jika ada yang ingin memberikan donasi untuk kebutuhan anak panti, bisa melalui rekening atau datang ke lokasinya langsung. Kemudian dia juga berharap dengan adanya Panti Asuhan Payung Yatim, anak-anak tidak lagi merasa tidak setara dengan orang lain. “Saya berharap dengan adanya panti ini dapat membuat masyarakat yang kurang mampu bisa disekolahkan dan juga sama rata dengan orang lain sehingga bisa mencapai cita cita mereka,” tutup Alfar. (Mg13)