Pantau Tembok Roboh

pantau
1. Endang/Bengkulu Ekspress
Pemantauan tembok pagar di SMPN 4 dan PGSD Universitas Bengkulu (UNI) di Jalan Cimanuk, Kota Bengkulu, kemarin (29/8).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pasca robohnya pagar tembok SMPN 4 kota Bengkulu dan PGSD Universitas Bengkulu, akibat hujan deras pada Selasa (28/9). Kemarin (29/9), Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu, serta petinggi Universitas Bengkulu (UNIB), meninjau lokasi kejadian.

“Tadi kita sudah memantau ke lokasi. Tembok yang roboh masih menyisakan tembok di depannya dengan posisi sudah miring dan berpotensi menyusul ambruk pula,” ungkap Pengawas Pembina SMPN 4 Kota Bengkulu Agus Purwanto SPd saat diwawancarai Bengkulu Ekspress disela kunjungan mengecek pagar SMPN 4, kemarin (29/8).

Tembok sekolah yang berbatasan langsung dengan jalan raya di Gang Cimanuk tersebut, panjangnya sekitar 40 meter dan sekitar 20 meternya roboh. Sisa tembok yang sudah miring itu, harus segera dirobohkan. Jika dibiarkan bisa membahayakan pengguna jalan. Terlebih jika diguyur hujan kembali.

“Tadi saya sarankan pihak sekolah merobohkan tembok pagar yang ada. Kkarena bisa membahayakan pengguna jalan yang lewat. Apalagi disana itu tempat lalu lalang kendaraan dan anak sekolah,” jelasnya.

Akibat kejadian ini, sekolah mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Uuntuk membangun tembok pagar sekolah setinggi 3 meter itu kembali, dapat dibicarakan kembali. Diusulkan ke Dinas Dikbud Kota Bengkulu, melalui komite atau lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala SMPN 4 Kota Bengkulu Malahartati saat dikonfirmasi Bengkulu Ekspress menuturkan, tembok pagar sekolah yang roboh tepat berada di belakang rumah penjaga sekolah. Di sana juga berbatasan dengan MAN 1 Kota Bengkulu. SMPN 4 saat ini belum mengambil keputusan perbaikan tembok pagar yang roboh itu. “Kami saat ini masih tahap pelaporan dan pengusulan ke Dinas Dikbud,” cetusnya.

Kerusakan tembok juga terjadi pada tembok PGSD Universitas Bengkulu, yang lokasinya tak jauh dari SMPN 4. Tembok PGSD terbuat dari batako itu roboh sepanjang 20 meter. Reruntuhan pagar menimpa rumah dan sumur warga. Meski begitu, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.



Salah Seorang Warga RT 2 Kelurahan Jalan Gedang, Kota Bengkulu, Yusmawarti menuturkan, saat kejadian, dirinya tengah berada di sumur, membersihkan genangan air di belakang dapurnya. Arus deras yang keluar dari bawah pondasi pagar PGSD diduga menjadi penyebab amblesnya pondasi tembok itu hingga robih.”Saya melihat langsung kejadian itu. Saat itu sekitar pukul 16.00 WIB. Begitu tahu pagar itu roboh saya lari ke dalam rumah,” cetusnya.

Saat kondisi sudah aman dan hujan mulai reda, barulah Yusmawrti dan warga lainnya melihat kondisi tembok itu. Terlihat ada beberapa material bangunan tembok masuk ke sumur. Koordinator PGSD Jalan Cimanuk Universitas Bengkulu Herman Lusa saat ditemui Bengkulu Ekspress menuturkan, paska kejadian robihnya pagar itu, tim dari UNIB sekitar 10 orang telah mengecek lokasi kejadian.”Tadi malam (28/8), sudah saya laporkan ke dekan dan pagi tadi (29/8), tim dari UNIB sudah mengukur kerusakan tembok pagar yang roboh,” katanya.

UNIB, kata Yusmawarti, bersyukur amblasnya tembok PGSD yang berbatasan langsung dengan rumah warga RT 2 Km 6,5 itu, tidak menelan korban jiwa. Hanya saja, ada beberapa serpihan material bangunan menimpa sumur warga.

Robohnya tembok PGSD itu, diprediksi karena tergerus air. Saat hujan deras tembok terdorong arus hingga akhirnya roboh. Kerugian diprediksi mencapai puluhan juta rupiah. Tim UNIB saat ini tengah melakukan perhitungan.

“Harapan kami pihak universitas secepatnya membangun demi keamanan dan kenyamanan baik warga maupun kampus di PGSD ini,” tukasnya. (247)