Pansus LHP Kunjungi Pabrik Sengon

Pihak pansus saat melihat mesin trilpek di Pabrik Sengon kemarin1BERMANI ILIR, BE – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) DPRD Kepahiang mengunjungi lokasi pabrik triplek milik PT Kepahiang Mulia Lestari (KML) yang terletak di persimpangan desa Cinto Mandi.
Kunjungan pansus ini untuk memastikan kondisi mesin pembuatan triplek yang diduga menyebabkan kerugian daerah senilai Rp 2,304 M secara langsung. “Setelah ke sini selanjutnya kita berencana akan segera memanggil Dinas Perindagkop dan UKM yang turut bertanggungjawab dalam pengadaan mesin tersebut. Adapun tujuan kita ke PT KML untuk sekedar memastikan saja kondisi mesin pembuatan triplek berbahan baku sengon, yang mana sesuai dengan LHP BPK RI dalam pengadaan mesin itu diduga telah menyebabkan kerugian daerah senilai Rp 2,304 M dari total anggaran senilai Rp 2,613 M,” ujar anggota Pansus LHP Drs Ahmad Rizal MM kemarin.
Dikatakannya, sebenarnya pihaknya telah menghubungi Disperindagkop dan UKM untuk turut mendampingi ke pabrik sengon ini, hanya saja saat tiba di lokasi tidak ada satupun perwakilan SKPD itu yang hadir.¬† “Saat ditanya, Disperindagkop mengatakan sudah ada perwakilannya yang datang ke PT KML. Tetapi sejak kita tiba bahkan hingga pulang tadi tidak ada perwakilan yang dimaksud,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pansus LHP, Edwar Samsi SIP MM mengatakan dari kunjungan yang telah dilakukan, wajar jika pengadaan mesin pembuat triplek telah menyebabkan kerugian daerah senilai Rp 2,304 M. “Bagaimana tidak kondisi mesinnya saja seperti itu tadi, kitakan bisa sama-sama melihat kondisi seperti apa. Kuat dugaan kita jika mesin itu sengaja dibeli barang seken, kalau baru tidak akan seperti itu kondisinya,” ujarnya.
Ditambahkannya, terlepas dari hal itu, tujuan pihaknya dalam kunjungan ini hanya untuk memastikan kondisi mesin saja mengingat tugasnya selaku Pansus LHP. Setelah kunjungan ini pihaknya akan segera memanggil Disperindagkop dan UKM.
“Pemanggilan itu sendiri guna mengetahui setidak-tidaknya proses pengadaan mesin itu, selain itu kita juga akan¬† mempertanyakan apakah mesin itu dibeli baru atau memang bekas pakai,” tandasnya.(505)