Panglima TNI Motivasi Prajurit

RIO-PANGLIMA TNI JENDERAL MOELDOKO TIBA DI MAKOREM (1)BENGKULU, BE – Panglima Jenderal TNI Dr Moeldoko beserta rombongannya mendarat di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu sekitar pukul 15.00 WIB sore kemarin. Kedatangan orang nomor satu di tubuh TNI yang menggunakan pesawat khusus milik TNI Angkatan Udara (AU) ini disambut langsung oleh Komandan Korem 041 Gamas Bengkulu, Kolonel Inf Fajar Budiman SIP, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, Wakil Gubernur Sultan B Najamuddin, pejabat eselon II Pemprov, Kapolda dan unsur Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) Provinsi Bengkulu.

Setelah mendarat, Panglima TNI bersama petinggi Bengkulu serta rombongannya istirahat sejenak di ruang VIP bandara, kemudian bertolak ke korem guna memberikan pencerahan kepada anggota TNI yang ada di Provinsi Bengkulu.

Saat dicegat wartawan, Moeldoko mengungkapkan bahwa kunjunganya ke Bengkulu bukan dikarenakan keamanan Bengkulu sedang terganggu, melainkan murni kunjungan kerja untuk menjalin silaturahmi.

“Saya ke Bengkulu untuk bersilaturahmi,” kata Jenderal berbintang 4 ini.

Setiba di Korem 041 Gamas Bengkulu, Panglima pun langsung menuju ke Gedung Prajurit untuk memberikan arahan. Hanya saja kegiatan ini tertutup dari awak media, sehingga tidak diketahui apa yang disampaikan oleh Panglima TNI kepada anak buahnya itu.

Sebelumnya, Danrem 041 Gamas Bengkulu, Kolonel Inf Fajar Budiman SIP menyebutkan, pertemuan dengan prajurit dan para staf Makorem tersebut tidak ada hal khusus yang disampaikan Panglima, melainkan hanya memberikan pencerahan, motivasi dan penguatan kepada semua anggota TNI untuk selalu bersemangat menjalankan tugas untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI ini.

Selain menatar anggotanya, malam tadi Panglima beserta rombongannya juga menggelar ramah tamah sekaligus makan malam bersama Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah di kediaman dinas gubernur.

Ramah tamah ini dalam rangka mempererat tali silaruhami antara panglima dan keluarga besar TNI dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Pagi besok (Pagi ini,red), Pak Panglima memberikan kuliah umum di Universitas Bengkulu,” tukasnya.

//Jangan Anarkis
Saat diwawancarai di Bandara Fatmawati, Moeldoko menyambut baik rencana mahasiswa turun ke jalan hari ini untuk berunjuk rasa secara nasional tak terkecuali di Bengkulu. Unjuk rasa tersebut dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei.

Moeldoko pun mengaku sudah menyiapkan anggota di seluruh daerah untuk mengamakan aksi tersebut agar berjalan damai dan tidak anarkis.

“Mahasiswa yang mau menyampaikan aspirasinya melalui demo, ya silahkan saja, untuk pengamanannya dari TNI sudah kita siapkan. Saya meminta jangan anarkis, karena nanti akan mempengaruhi stabilitas keamanan di negara ini,” pintanya.

Menurutnya, saat ini kondisi perekonomian Indonesia kurang bagus, dan keadaannya akan bertambah buruk bila stabilitas keamanan dan politik juga ikut terganggu.

“Kalau stabilitas keamanan dan politik juga terganggu, nanti kondisi negara kita semakin jelek. Karena itu, boleh berunjuk rasa, tapi pesan saya jangan anarkis,” pungkasnya.

Dibagian lain, Rektor Universitas Bengkulu, Dr Ridwan Nurazi SE MSc mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mematangkan persiapan kuliah umum yang akan disampaikan panglima.

“Kuliah umum itu akan diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari semua perguruan tinggi yang ada di Provinsi Bengkulu, termasuk yang berada di luar kota seperti Universitas Ratu Samban Bengkulu Utara,” jelasnya.

Mengenai materi yang akan disampaikan Panglima, Ridwan mengaku belum mendapatkan bocorannya. “Saya belum tahu, karena belum disampaikan kepada saya,” tandasnya.

//Ramah Tamah
Dalam acara ramah tamah Panglima TNI bersama FKPD dan komponen masyarakat se-Provinsi Bengkulu di Gedung Darah, tadi malam Gubernur menyampaikan potensi wisata yang ada di Provinsi Bengkulu. Ia juga menjelaskan selain memilki potensi wisata, ada sebagain daerah di kabupaten di provinsi Bengkulu dinilai rawan. “Ada daerah rawan, seperti di perbatasan antara provinsi Bengkulu dan Sumatra Barat tapatnya di kabupaten Mukomuko namun sekarang sudah aman,” ujar Gubernur.

Gubernur juga meminta TNI membantu dalam penyelangaraan Pilkada yang biasanya rawan konflik. Gubernur meminta kerjasama dari TNI untuk mengawal jalannya Pilkada. “Biasanya dalam pilkada rawan konflik tapi kita berharap nantinya dapat berjalan dengan aman,” sampai Gubernur.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan di dalam jiwa TNI mengalir tanggung jawab sosial. Maka dengan membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat, TNI akan kuat. “Bersatu padu dengan rakyat bisa menjaga stabilitas negara. Dengan stabilitas negara terbangun, stabilitas nasional terbangun dan pembangunan bisa berjalan dengan baik,” kata Moeldoko semangat.

Diakhir acara pembukaan, Gubernur memberikan cindera mata berupa batu cincin dan langsung melingkarkanya ke jari Panglima. (400/cw1)