Pangkas Pohon Tua

BENGKULU, BE – Badai ekstrim yang melanda Bengkulu akhir-akhir ini membuat masyarakat resah, terutama bagi masyarakat yang mengendarai kendaraan di jalan raya. Karena hampir semua ruas jalan protokol dalam Kota Bengkulu dihiasi pohon tinggi yang rawan roboh. Untuk itu, anggota DPRD Kota meminta pemerintah kota melalui Dinas Pertamanan untuk memangkas pohon yang dianggap rawan roboh tersebut. “Karena saat ini badai di Bengkulu cukup kencang, kami minta agar Pemkot melakukan pemotongan terhadap pohon-pohon tinggi yang rawan roboh,” kata anggota Komisi III, Nuharman SH. Ia mengungkapkan, pemangkasan tersebut bukan berarti semua pohon akan dipotong. Akan tetapi cukup menertibkan pohon-pohon rimbun yang sudah tua dengan ketinggian antara 7-8 meter. Setelah itu, pohon dibiarkan hidup hingga tumbuh dahan muda. “Kita tidak merusak keindahan kota, akan tetapi melakukan peremajaan terhadap pohon yang dikhatirkan bisa membawa bencana,” ucapnya. Ia menjelaskan, saat ini masih masih banyak pohon-pohon yang berumur ratusan tahun namun masih di biarkan hidup, sehingga peluang patah dan roboh sangat besar. “Seperti di ruas jalan A Yani Bank Indonesia sampai ke simpang Harapan, semua pohon-pohon yang sangat berbahaya dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti ini,” katanya. Dilanjutknnya, pohon tersebut tidak hanya mengancam keselamatan pengendara, akan tetapi juga mengancam kendaraan dan rumah warga yang berada disekitar pohon tersebut. “Keberadaan pohon-pohon besar memang sangat berbahaya, untuk mengatasinya ialah dengan melakukan peremajaan,” sampainya. Ia memastikan, jika semua pohon-pohan tersebut akan dilakukan peremajaan, bahaya ancaman ditimpa pohon dapat dihindari dan wajah kota Bengkulu semakin indah, karena pohon tersebut akan tumbuh dengan ketinggian yang tidak terlalu tinggi. “Wajah kota pasti tambah indah dan segar, jadi banyak manfaatnya jika dilakukan peremajaan,” tandasnya. Sementara Kadis Pertamanan dan Kebersihan Kota Bengkulu, Drs Hilman Fuadi, mengakui masih banyak pohon yang berpeluang roboh dan patah. Oleh sebab itu menurut Hilman, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan pemangkasan. “Memang kita akui masih banyak pohon yang berpeluang roboh. Untuk antispasi, maka kita terus melakukan pemangkasan pada beberapa ranting pohon,” katanya. (400/**)