Pangdam Sriwijaya Datangkan “Anoa”

Amankan Presiden RI di Bengkulu

 

BERPOSE : Tampak ibu-ibu Persit sedang berpose di depan kendaraan perang "Anoa".
BERPOSE : Tampak ibu-ibu Persit sedang berpose di depan kendaraan perang “Anoa”.

Kendaraan tempur jenis Anoa berubah menjadi lokasi wisata ketika tiba di halaman Makodim 0409 Rejang Lebong. Kendaraan produksi PT Pindad tersebut khusus didatangkan sebagai kendaraan operasional pengamanan Presiden Republik Indenesia dalam kunjungannya ke Bengkulu dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN). Simak laporannya.
========================
OKTA FIRDAWAN,

Curup
========================
Kehadiran dua unit kendaraan tempur (panses) jenis Anoa milik Kodam II Sriwijaya di halaman Makodim 0409 Rejang Lebong, di Jalan Merdeka Kelurahan Kepala Siring Curup sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (05/04) sontak berupah menjadi sarana wisata.
Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah anggota TNI, PNS dan ibu-ibu Persit tidak menyiakan kesempatan untuk berfoto dengan mobil unik yang didatangkan khusus dari Palembang untuk mengamankan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Bengkulu.
Anoa merupakan mobil unik, khusus armada perang  yang memiliki kelebihan, tidak hanya bisa bermanuver di darat tetapi juga di perairan dangkal dan danau. Kendaraan militer lapis baja ini dipergunakan untuk mengangkut personil atau dikenal dengan nama APC (armoured personnel carrier). Nama Anoa sendiri diambil dari hewan sejenis sapi berukuran kecil yang tinggal secara endemik di Pulau Sulawesi.
Dengan kelebihan kendaraan tempur yang luar biasa tersebut, terang saja menarik perhatian para anggota TNI dan sejumlah PNS serta masyarakat umum yang melihatnya karena cukup jarang bisa ditemui untuk bisa menjadi latar foto. “Foto kami pak, tolong pak gantian,” tutur beberapa ibu Persit yang tertarik untuk berfoto.
Kepada wartawan, Pangdam II/Swj Mayor Jenderal TNI Bambang Budi Waluyo kepada wartawan disela kunjungannya ke Kodim 0409 RL mengungkapkan, dalam pengamanan kepala negara, TNI memiliki standar oprasional khusus, sesuai dengan Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI untuk mengamankan kunjungan peresiden dalam rangka kegiatan HPN di Bengkulu.
“Makanya untuk pengamanan kita kerahkan kekuatan penuh, termasuk mendatangkan Anoa dari Palembang ke Bengkulu. Itu semua kita lakukan sesuai dengan standar oprasional yang ada,” tegasnya. (999)