Pangdam Cek Satgas Pamtas

Ary, Arahan Pangdam (1)
Pangdam II/SWJ Mayjend TNI AM Putranto saat memberikan arahan kepada 450 prajurit Yonif 144/Jaya Yudha yang akan melaksanakan Satgas Pamtas RI Malaysia di Kalimantan dalam waktu dekat ini.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Guna melihat langsung kesiapan anggota Batalyon Infanteri 144/Jaya Yudha yang akan melaksana Satuan Tugas Pengamanan Perbatasa RI-Malaysia. Pangdam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Anto Mukti Putranto SSos, mendatangi langsung Mako Yonif 144/Jaya Yudha Jumat (6/7) pagi.

“Hari ini saya datang untuk mengecek langsung kesiapan prajurit yang akan melaksanakan Pamtas RI-Malaysia di Kalimantan dalam waktu dekat ini,” terang Pangdam usai melakukan pengecekan dan arahan kepada prajurit Pamtas RI-Malaysia.

Dijelaskan Pangdam, jumlah prajurit dari Yonif 144/ Jaya Yudha yang akan ditugaskan mengamankan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia tersebut sebanyak 450 orang dengan jangka waktu penugasan selama 9 bulan. Dengan hadirnya Pangdam ke Makoyif kemarin, ia berharap para prajuritnya mengerti apa-apa yang akan dilakukan selama penugasan nanti. Karena menurut Pangdam apa yang ia sampaikan mengenai hal-hal yang dilakukan nanti, karena diakui Pangdam apa yang akan dilakukan oleh prajuritnya tersebut sudah ia lewati.

“Tadi saya sampaikan hal-hal yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, karena semuanya sudah pernah saya lewati, termasuk pengalaman saya saat pengamanan di pasukan PBB,” tambang Pangdam.

Menurut Pangdam yang telah mengecek langsung lokasi para prajuritnya tersebut akan bertugas, lokasinya cukup luas dengan konstur bebukitan. Dimana menurutnya panjang wilayah yang akan mereka amankan tersebut hampir sepanjang 500 KM dengan melewati dua provinsi yaitu Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. “Dalam pengamanan nanti ada dua pos yang kita akan bekerjasama dengan pasukan Malaysia,” tambahnya.

Dalam pengamanan di wilayah perbatasan dengan negeri jiran tersebut, menurut Pangdam yang paling ditegaskannya kepada para prajuritnya seperti kegiatan-kegiatan ilegal, seperti penyelundupan, ilegal logging dan lainnya. Ia mengingatkan kepada para prajuritnya untuk tidak sekali-kali terlibat atau membantu kegiatan-kegiatan terlarang tersebut.

Karena menurut Pangdam, nantinya para prajurit mereka juga akan ditempatkan dipos-pos imigrasi dikawasan tersebut. Karena diakui Pangdam, banyak pos-pos imigrasi didaerah tersebut yang tidak ada petugasnya sehingga nanti akan diisi oleh petugas dari Satgas Pamtas.

“Untuk mengisi pos-pos imigrasi yang kosong tersebut, prajurit kita telah kita bekali ilmu pengatahuan mengenai itu,” demikian Pangdam.(251)