Panen, Petani Sawah Mengaku Rugi

puluhan petani merugi ata pembagian hasil yang tak sesuaiARMA JAYA, BE – Puluhan hektar sawah di Desa Sido Urip, Arma Jaya, Bengkulu Utara sudah memasuki masa panen, namun sayangnya untuk petani yang mengolah sawah tersebut merugi dengan hasil panen yang diterimanya.
Pasalnya pertanian berupa padi itu bekerja sama dengan dua perusahaan besar MB Plus dan perusahaan Batan selaku distibutor untuk pembibitan dan pupuk ,melalui koperasi komopi penyalur antara pihak petani dan perusahaan. Namun pihak perusahaan tidak mau menetapi perjanjian tersebut.
Berawal dari sistem kontrak tiga tahun dan saat ini baru memasuki tahap awal panen, pihak perusahaan yang menjanjikan hasil 11 ha lahan tersebut bisa menghasilkan 8 ton beras dan akan dibagi tiga atau 60 persen untuk perusahaan dan 40 persen untuk petani, Kalaupun ada kekurangan jumlah panen maka pihak perusahaan yang akan menggantikan atau menutupinya.
Sayangnya hasil sawah tersebut hanya mencapai 4,4 ton dan tidak sesuai janjinya pihak perusahaan menolak untuk menutupinya dan tetap menginginkan pembagian yang merata. “Kami tentunya rugi sekali, karena hasil pembagian kami sedikit. Sementara pihak distributor ini bersikeras tetap mau bagiannya dan menolak untuk perjanjian mencapai 8 ton ini,” ujar Tarjo, selaku Ketua Kelompok Tani Sido Urip.
Kades Sido Urip, Busrah, membenarkan adanya kisruh tersebut. Untungnya, kata dia, pihak kelompok tani belum menyetujui untuk kontrak tiga tahun ini, karena baru pertama kali hasil kerja sama sudah bermasalah. “Jadi untuk kedepannya pihak petani tentunya menolak untuk menyambung kerja sama lagi. Tetapi kita usahakan musyawarah dulu, bagaimana solusinya. Kita masyarakat juga tidak akan lapor polisi, hanya saja kerja sama terhenti dan masyarakat akan mengolah sendiri persawahan ini,” ujar Kades. (117)