Pamsimas Dilanjutkan

Ary, warga cek Pamsimas (1)
Ary, warga cek Pamsimas (1)

ARY/BE
Warga, pemerintah desa dan pihak Pamsimas saat meninjau lokasi Pamsimas di Desa Seguring pada Senin (10/9) kemarin. Setelah dimediasi masyarakat setuju pembangunan Pamsimas dilanjutkan

CURUP, BENGKULU EKSPRESS – Meskipun sebelumnya warga sempat keberatan atas pembangunan bak penampungan air dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Akhirnya sejumlah warga dari dua desa menyetujui untuk dilanjutkan pembangunan program Pamsimas yang ada di Desa Seguring tersebut. Warga setuju program Pamsimas tersebut dilanjutkan, setelah dilakukannya pertemuan antara masyarakat, pemerintah desa, fasilitor Pamsimas, PKK Pamsimas dari Dinas PUPRPKP Rejang Lebong dan Bhabinkamtibmas setempat.

Mediasi dilakukan dilokasi pembangunan bak penampungan air di kawasan Desa Seguring Kecamatan Curup Utara. Meskipun pembangunan Pamsimas tersebut untuk warga Desa Kota Pagu Kecamatan Curup Utara. Dari mediasi yang dilakukan, masyarakat sepakat Program Pamsimas tersebut dilanjutkan dengan syarat saat musim kemarau dan debit air irigasi yang mengairi sekitar 15 hektar sawah warga berkurang, maka bak penampungan harus dibuka, sehingga air dari penampungan tersebut bisa mengairi sawah warga terlebih dahulu.



“Setelah kita lakukan rapat dan adanya kesepakatan bersama, Alhamdulillah warga setuju, program Pamsimas ini dilanjutkan,” sampai Kepala Desa Kota Pagu, Irian Ependi usai media pada Senin (10/9) kemarin.

Dimana menurut Irian, salah satu poin kesepakatan dengan masyarakat tersebut, yaitu masyarakat meminta agar air untuk program Pamsimas tersebut dialirkan ke saluran irigasi warga, bila nanti saat musim kemarau, debit air untuk mengairi sawah warga berkurang. Bahkan menurutnya, surat perjanjian tersebut akan mereka buat secara tertulis bermatrai 6 ribu yang ditanda tangani warga, pemerintah desa dan pihak Pamsimas. Sehingga nanti saat terjadi masalah masing-masing memiliki dasar.

Sementara menurut Fasilitator Program Pamsimas Kabupaten Rejang Lebong, Thomas Alfa Edison menjelaskan adanya keberatan yang disampaikan warga tersebut, karena kurangnya sosialisasi dari pihak Desa Kota Pagu ke masyarakat Desa seguring khususnya yang memiliki sawah yang sumber airnya dari lokasi pembangunan bak penampungan Pamsimas. Karena menurut Thomas, dalam pembangunan program Pamsimas tersebut sosialisasi hanya kepada masyarakat Kota Pagu yang akan mendapatkan manfaat dari progam tersebut. Sosialisasi ke masyarakat seguring juga perlu, karena memang lokasi pengambilan air tersebut ada di Desa Seguring.

“Hanya kurang komunikasi aja, namun sekarang sudah selesai dan pembangunan bisa segera kita lanjutkan,” tambah Thomas.

Terkait dengan program Pamsimas yang mereka bangun tersebut, menurut Thomas telah diusulkan oleh Pemerintah Desa Kota Pagu dari tahun 2014 lalu. Hanya saja karena dalam melaksanakan program Pamsimas mereka melihat skala prioritas sehingga baru mereka realisasikan pada tahun 2018 ini. “Untuk total anggaran secara keseluruhan adalah Rp 350 juta, namun itu tidak murni dana Pamsimas,” sampainya.
Dimana untuk dana dari Pamsimas sendiri sebesar Rp 245 juta, kemudian sisanya sebanyak 10 persen dari desa yang dianggarkan melalui APBDes dan sisanya sebesar 20 persen merupakan sumbangsih dari masyarakat dengan rincian 4 persen merupakan sumbangan tunai dan 16 persen sifatnya gotong royong.

Dalam kesempatan tersebut, Thomas juga mengungkapkan keberhasilan program Pamsimas di Kabupaten Rejang Lebong pada tahun 2018 ini akan berdampak pada program Pamsimas tahun 2019 mendatang. Bila program Pamsimas tahun ini berhasil maka tidak menutup kemungkinan anggaran untuk tahun 2019 ditambah, begitu juga sebaliknya bila gagal, maka tidak menutup kemungkinan anggarannya akan kurang.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, warga dari Desa Seguring dan Desa Kota Pagu keberatan atas pembangunan bak penampungan program Pamsimas dihulu Sungai Air Tik yang selama ini menjadi sumber air untuk mengairi persawahan warga. Warga khawatir pembangunan tersebut akan mengurangi debit air irigasi sehingga sawah mereka tidak bisa digarap lagi. Namun setelah Senin kemarin, setelah dilakukan musyawarah yang dimediasi oleh Bhabinkamtibmas, pihak dari fasilitaror dan PPK Pamsimas Kabupaten Rejang Lebong, akhirnya masyarakat setuju program Pamsimas tersebut dilanjutkan.(251)