Pakan Ikan Melejit

PUT, BE – Kenaikan harga pakan ikan mulai membuat ratusan petani ikan di Kabupaten Rejang Lebong mulai merasakan dampaknya. Pasalnya kenaikan pakan akan sangat berpengaruh terhadap ongkos produksi usaha pengembangbiakan dan pembesaran ikan.
Di Desa Belumai I dan Belumai II Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), lebih dari 300 petani mengelukan tingginya harga pakan ikan yang mencapai Rp 285 ribu/sak. Harga sebelumnya Rp 260 ribu/sak ukuran 50 kg. Tidak sebanding dengan harga jual ikan khususnya ikan nila, seharga Rp 20 ribu/kg dari petani ikan ke agen.
Ketua Kelompok Tani Sepakat Suryono (40) kepada wartawan, Minggu (12/01) di PUT mengatakan, kenaikan harga pakan ikan membuat petani ikan merugi karenakan tidak sebanding dengan harga jual. “Harga pakan ikan naik, sedangkan kebutuhan untuk satu minggu setidaknya 21 ton. Bayangkan berapa ongkos produksi yang kami butuhkan, sedangkan pakan ini tidak bisa ngutang harus dibayar dengan uang kontan,” sesalnya.
Pembesaran ikan tersebut merupakan salah satu kegiatan usaha masyarakat.  Petani ikan atau menjual ikan nila bisa mencapai 10 ton per hari. Untuk dijual ke pedagang yang berada di Kota Lubuk Linggau, Palembang Sumatera Selayan dan Kota Jambi. Selebihnya dijual ke pedagang lokal untuk dijual ke masyarakat di Kecamatan PUT. “Kami sangat mengharapkan ada jalan keluarnya dari pemerintah daerah atas melonjaaknya harga pakan ikan. Jika tidak cepat maka akan banyak petani ikan nila gulung tikar, ” ungkap Suryono
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong Ir Amrul Eby membenarkan kondisi kenaikan harga pakan ikan yang terus melonjak. “Kalau kita ingin salahkan penyebabkan, banyak faktor penyebab kenaikan, karena dari pabrik juga mengalami kenaikan ongkos produksi. Sedangkan pakan ikan ini tidak ada subsidi dari pemerintah seperti halnya pupuk untuk mengatasi lonjakan harga,” terangnya.
Meski begitu, di tahun 2014 pihak Dinas Peternakan dan Perikanan mengaku telah memiliki program pelatihan pembuatan pakan alternatif untuk mengatisipasi lonjakan harga pakan. “InsyaAllah, jika anggarannya yang kita ajukan ke DPRD RL untuk dibahas disetujui, kita akan ada pelatihan pembuatan pakan alternatif dimana bahannya bisa didapatkan di lingkugan kita sendiri. Seperti yang berasal dari ampas tahu, keong mas, minyak kepala, bahkan dedek untuk kebutuhan protein, kabohidrat dan lembak bagi ikan,” katanya. (999)