Pak Man (54), Penjual Cuangki Keliling; Demi Biaya Pendidikan Anak, Nekat Merantau ke Bengkulu Seorang Diri

FOTO CUT/BE – Pak Man, saat menunggu pembeli.

BENGKULU, BE – Pak Man (57) sungguh nekat. Bayangkan, dia rela merantau dari Lampung ke Bengkulu untuk berjualan bakso cuanki keliling demi biaya anaknya sekolah hingga kuliah.

“Saya keliling dari rumah di Jalan Kuala Alam, Kelurahan Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, tepatnya di belakang Hotel Bidadari sampai Skip sana, terus mutar lagi sampai ke rumah lagi. Biasanya mangkal di depan sekolah, karena sekarang anak sekolah gak ada jadi saya keliling aja kalau capek ya paling duduk sebentar seperti ini,” ujarnya, Senin (9/2).

Di Bengkulu, Pakman hanya mengontrak seorang diri. Ia mempunyai 2 orang anak dan istri namun mereka di Lampung. Anak Pakman yang pertama sudah menikah sedangkan yang kedua kuliah di salah satu Universitas Lampung.

Guna mengejar target penjualan, Pak Man berjualan dari pukul 10 pagi hingga pukul 10 malam. “Inikan punya bos, saya cuma jualan saja. Saya digaji perhari, sehari itu saya bisa dapat 25-50 ribu. Bisa untuk saya bayar kotrakan, biaya sehari-hari dan tabung untuk kirim anak dan istri di Lampung. Uang yang saya dapatkan akan saya kirim ke lampung sekitar 3 bulan sekali,” ujarnya.

Sebelum merantau ke Bengkulu, Pakman bekerja sebagai peternak sapi. Namun ia tetap merantau ke Bengkulu dengan alasan penghasilannya disana tak mencukupi untuk membiayai kuliah anak dan istri.(MG13)