Paha Ditembak, Sekretaris dan Bendahara PPK Kota Padang Rejang Lebong Dirampok

CURUP, bengkuluekspress.com– Aksi perampokan terjadi di jalan lintas PUT-Kota Padang pada Jumat (4/9) kemarin. Korban perampokannya adalah Sekretaris dan Bendahara PPK Kota Padang.
Dari informasi yang berhasil dihimpun Bengkulu Ekspress, aksi perampokan tersebut terjadi di dekat jembatan Napal Lung Desa Guru Agung Kecamatan PUT Kabupaten Rejang Lebong.
Saat itu sekitar pukul 14.00 WIB, korban yaitu Saidi Ali (48) warga Dusun 2 Bunga Tanjung Desa Derati Kecamatan Kota Padang yang merupakan sekretaris PPK Kota Padang bersama Saiful Efendi (54) wara Desa Lubuk Mumpu Kecamatan Kota Padang yang merupakan bendahara PPK Kota Padang.

Saat itu kedua korban hendak pulang dari mengambil uang gaji PPK dan PPS di Bank BRI unit PUT menggunakan sepeda motor Honda Beat BD 6684 KB. Saat melintas di lokasi kejadian sepeda motor yang dikemudian Saidi Ali dihentikan oleh tiga orang pelaku. Para pelaku menghentikan sepeda motor yang dikendarai kedua korban dengan cara memukul korban Saiful Efendi menggunakan kayu dari arah belakang. Kemudian satu dari tiga orang pelaku yang saat itu juga menggunakan sepeda motor menendang motor korban hingga keduanya terjatuh.
Saat kedua korban terjatuh tersebut salah seorang pelaku meminta tas dan motor korban sambil menodongkan pistol, bahkan pelaku sempat menempat Saidi Ali dan mengenai paha sebelah kiri korban.
Setelah mendapatkan sepeda motor dan tas korban yang berisi uang tunai sebanyak Rp 90,850 juta, kemudian tiga orang pelaku langsung melarikan diri ke arah Desa Karang Baru, sedangkan kedua korban dibantu oleh warga dan dievakuasi ke Kota Lubuklinggau.

Ketua KPU Rejang Lebong Drs Restu S Wibowo membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait adanya sekretaris dan bendahara PPK yang dirampok. Hanya saja ia belum mengetahui kejadian secara rinci karena laporan yang ia terima baru sebatas via WA.
“Khusus untuk korban yang mengalami luka tembak, saat ini tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Lubuklinggau,” terang Restu.

Terkait dengan insiden tersebut, Restu mengaku kedepannya setiap ada kegiatan transaksi atau pengambilan uang untuk kebutuhan gaji maupun kepentingan pelaksanaan Pilkada, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk meminta pengawalan.

Disisi lain, Kapolres Rejang Lebong AKBP Dheny Budhiono, SIK MH usai memantau langsung pendaftaran Balon Kada di KPU Rejang Lebong Jumat sore mengaku belum menerima laporan terkait dengan insiden perampokan yang diduga menggunakan senjata api tersebut.
“saya belum menerima laporan,” singkat AKBP Dheny saat dikonfirmasi awak media.(251)