Pagi Ini Wali Murid Datangi Sekolah

BENGKULU, BE – Setelah mendapati adanya buku lembar kerja (LKS) mata pelajaran Penjaskes kelas 5 yang bermuatan porno di SDN 18 Kota Bengkulu, membuat para orang tua dan wali murid  sekolah tersebut berang.  Dan rencananya pagi ini (8/10) mereka akan mendatangi sekolah tersebut untuk meminta agar pihak sekolah menarik semua buku LKS yang telah beredar itu.

“Pagi besok (pagi ini,red) kami akan mendatangi SDN 18, guna meminta pihak sekolah menarik semua buku yang berisi fulgar ini,” kata salah seorang wali murid, Arna Mareta saat ditemui di kediamannya, kemarin.

Ia mengungkapkan bila pihak sekolah tidak memenuhi permintaan wali murid, maka pihaknya mengancam akan memperkarakan kasus tersebut karena dampak dari buku itu sangat mempengaruhi perkembangan anak yang baru duduk di bangsu kelas 5 SD.

“Dampaknya sangat besar terhadap isi buku itu, bisa-bisa anak SD sudah berani berbuat cabul setelah membacanya,” ungkapnya.
Arna menjelaskan buku yang berjudul Cerdas Mandiri dan Kreatif (Cemara) yang diterbitkan Putra Nugraha, Surakarta Jawa Tengah itu dianggap belum pantas dikonsumsi siswa SD. Karena materi pelajaran seperti baru didapati siswa setelah duduk di bangku SMA, khususnya dalam pelajaran biologi.

Para wali murid juga berharap agar pihak Dinas Pendidikan Kota Bengkulu tidak tinggal diam menanggapi persoalan tersebut, karena dikhawatirkan ada pihak lain yang sengaja menghancurkan karakter anak bangsa dengan menyelipkan 1 bab materi pelajaran yang memicu timbulnya rasa penasaran dan keingin-tahuan anak dibawah umur, sehingga dapat menjerumuskan para generasi muda.

“Selain mendesak pihak sekolah, kami juga meminta Diknas untuk bertindak cepat menarik semua buku itu, jika dibiarkan berlama-lama dikhawatirkan siswa telah membacanya sehingga tidak baik untuk kedepannya,” pintanya.
Sejauh ini, lanjut Ana, kami  juga telah menyampaikan persoalan tersebut kepada komite sekolah untuk ditindaklanjuti dengan cepat.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala SD/MI (K3S) Kota Bengkulu, Syamsul Hidayat SPd mengatakan jika memang LKS untuk kelas 5 tersebut berisi pornografi, maka pihak sekolah harus menariknya dari tangan siswa, karena hal tersebut telah meracuni siswa dengan bacaan yang tidak pantas. Selain itu, ia juga meminta agar pihak sekolah meminta ganti rugi kepada penyalur buku tersebut, karena buku itu tidak digunakan lagi oleh siswa.

“Kalau buku itu ditarik tangan siswa, maka pihak sekolah harus meminta ganti rugi kepada penyalurnya dan ganti rugi tersebut akan dikembalikan kepada siswa yang telah mengeluarkan uang untuk membeli buku itu,” tegasnya.

Kendati demikian, ia mengaku bahwa apa yang ditemukan di SD 18 belum tentu ditemukan di sekolah lain, mengingat buku yang digunakan di SD tidak sama, karena sekolah dilarang memperjual-belikan buku dalam bentuk apapun.

Selain itu, ia juga meminta agar pihak Diknas tidak tinggal diam dalam persoalan tersebut, karena tidak menutup kemungkinan buku yang sama juga banyak ditemukan dibeberapa SD di Kota Bengkulu dan daerah lainnya.

“Diknas juga harus segera menelusuri informasi itu, karena dikhawatirkan buku dengan judul sama sudah banyak beredar,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Diknas kota Bengkulu belum memberikan keterangan lengkap bahkan kepala Dinas Diknas, Yunirhan MPd terkesan enggan memberikan komentar.

“Tanya sama sekretaris Diknas saja, saya lagi cek in di bandara,” ucapnya singkat saat dihubungi BE, kemarin.
Sedangkan sekretaris Dinas Diknas, Anwar Baudin juga belum bisa diminta keterangan lebih lanjut, karena beberapa kali dihubungi tidak ada jawaban. (400)