Padi Banyak Mati

benih padiTUBEI,BE – Sebagian masyarakat mengeluhkan tanaman padi sawahnya mati akibat limbah belerang. Limbah ini diduga berasal dari salah satu perusahaan energiyang beroperasi di Lebong.
Keluhan itu disampaikan kepada anggota DPRD Lebong pada saat reses di Dapil II terpusat di Desa Danau Liang Kecamatan Lebong Tengah, kemarin (30/3).

Seperti disampaikan warga Desa Semelako I Yansen. Ia  mengeluhkan hampir seluruh padi di lahan sawah miliknya mati akibat dari limbah belerang tersebut. Sebagian besar sawah yang terkena dampak serupa terancam gagal panen pada musim tanam tahun ini.

“Kadar belerang di sawah kami yang ada di Kecamatan Bingin Kuning meningkat dan mengakibatkan padi mati. Saya menduga belerang tersebut berasal dari limbah perusahaan,” cetus Yansen.
Beberapa warga lainnya juga menyampaikan keluhan yang sama. Rata-rata yang terkena dampak limbah tersebut petani di wilayah Kecamatan Bingin Kuning.

Ketua komisi III, A Bursani SSos langsung menanggapi keluhan masyarakat tersebut.

“Jika memang apa yang disampaikan Bapak-Bapak ini didasari oleh fakta. Kami akan langsung memanggil dinas terkait dan pihak perusahaan untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Karena hal ini baru indikasi, kita tidak bisa menuding perusahaan tersebut karena hal ini harus dibuktikan terlebih dahulu,” terang Bursani.

Dalam reses tersebut, dibuka 2 sesi tanya jawab dimana 1 sesi terdiri dari 3 pertanyaan dari masyarakat. Pertanyaan tersebut meliputi infrastruktur, pertanian dan kesehatan. Namun, mayoritas masyarakat yang diberikan kesempatan bertanya mengeluhkan tanaman padi sawahnya banyak tidak hidup karena tercemar air belerang yang diduga limbah dari PT PGE.(777)