PAD Sulit Tercapai

Uji KIR kendaraan yang terjaring razia angkutan di Balai Pengujian KIR Dishub Kota 2
foto;ist

TAIS,Bengkulu Ekspress – Sekalipun sudah diberi target pencapaian Pendapatan Asli Daerah(PAD) melalui retrebusi uji kelayakan kendaraan (KIR) senilai Rp 300 Juta. Plt Dinas Perumahan dan Pemukiman (perkim) dan Perhubungan Kabupaten Seluma Saparudin MPd menegaskan, target PAD itu dipastikan sulit tercapai. Pasalnya, terkendala Sumber Daya Manusia (SDA) yang masih kekurangan.

“Salah satu faktornya tenaga ahli dalam pengujian KIR. Saat ini baru memiliki tenaga ahli uji KIR pada angkutan saja,” kata Saparudin kepada Bengkulu Ekspress kemarin .

Sejauh ini PAD 2018 baru tercapai Rp 190 juta. Pada 2017, PAD juga tidak tercapai. Dari target Rp 200 juta hanya tercapai Rp 130 juta. Sekalipun demikian, kata Saparudin, upaya peningkatan PAD tetap dilakukan dengan gencar melakukan razia terhadap kendaraan angkutan umum.



“Salah satunya tetap meningkatkan PAD dari tenaga yang ada dengan merazia angkutan umum saja sesuai dengan tenaga ahli yang ada,” imbuhnya.

Saparudin menerangkan, tenaga ahli uji KIR di Sembayat, hanya berjumlah dua orang saja. Mereka hanya memiliki sertifikasi keahlian di bidang angkutan umum. Sehingga tenaga ahli yang bersertifikasi untuk kendaraan roda empat keatas juga di butuhkan.

Mengingat untuk bus angkutan umum juga terbatas di kabupaten Seluma.“Setidaknya tenaga ahli ini berjumlah 6 orang sampai 8 orang dan juga harus memiliki sertifikat keahlian mereka,” ujarnya.

Dengan kekurangan SDM ini jelas kendaraan R6 keatas mengalami kesulitan dilakukan uji KIR di Seluma.“Kita berharap tenaga ahli yang sudha memiliki sertifikasi harus ditambah jika memang ingin mendongkrak PAD dari sektor retrebusi KIR kendaraan,”imbuhnya singkat.(333)