PAD Parkir Tabot Hanya Rp 14 Juta

BENGKULU, BE – Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disumbangkan dari retribusi parkir di arena festival Tabot tahun ini, tak ada peningkatan dari tahun sebelumnya yakni,  Rp 14 juta.  Kondisi ini cukup bertolak belakang dengan pendapatan yang berhasil dikumpulkan petugas  parkir  mencapai Rp 10 juta perhari.

“Sampai sekarang belum ada nilai riilnya yang telah disetorkan oleh pemegang SPT di arena Tabot, namun besarannya nanti kemungkinan sama dengan tahun lalu, sebesar Rp 14 juta,” kata kepala Dishubkominfo kota, Ivansori SIP, Sabtu kemarin.
Ia mengatakan pihaknya tidak berani menargetkan lebih dari Rp 14 juta, mengingat cuaca cukup ekstrem pada saat festival Tabot berlangsung. Dan Rp 14 juta tersebut, menurutnya sudah cukup pantas dan masuk akal, karena pihaknya hanya memungut 9 kawasan parkir dan di pinggir jalan umum.

“Kalau keseluruhannya kemungkinan masuk Rp 10 juta perhari, tapi tidak semua lokasi parkir itu dikelola oleh Dishubkominfo, seperti di pekarangan rumah warga dikelola oleh pemilik rumahnya masing-masing, Dishub hanya memungut di pinggir jalan sesuai dengan Perda nomor 07 tahun 2011,” paparnya.

Faktor lain yang menyebabkan kecilnya PAD dari parkir Tabot, yakni di beberapa kawasan parkir tidak ditetapkan target yang harus dicapai, melainkan dilakukan secara kondisional yang sangat bergantung dengan pendapatan petugas parkir.
“Ada beberapa titik parkir seperti di depan rumah sakit Bhayangkara hingga ke kantor Camat Teluk segera tidak bisa kita tetap besaran PAD-nya, karena hanya 2 malam terakhir ada pengunjung yang memarkirkan kendaraannya disana,” bebernya.
Selain itu, lanutnya,beberapa kawasan parkir seperti depan Balai Adat, depan kantor PLN hingga ke kantor PU provinsi tidak bisa digunakan sebagai lahan parkir pada 2 malam terakhir, karena banyaknya pengunjung yang memadati kawasan tersebut.

Bazar Berakhir Kemarin
Sementara itu, meski ritual tabot sudah berakhir dengan Tabot Tebuang, pada hari Sabtu (24/11), namun bazar rakyat masih berlangsung hingga kemarin. Meskipaun ada sebagian yang mulai membongkar tendanya dari pagi, namun ada yang masih berjualan hingga siangnya.
“Karena sekarang hari minggu dan masih dibolehkan berdagang maka kami berdagang sampai sekarang,” ujar Roni (30) pedagang pakaian dari Jakarta.

Untuk menghabiskan dagangannya banyak pedagang yang menjual dagangannya dengan harga yang lebih murah dari biasanya.   Bahkan hampir setengah dari harga yang mereka pasang saat festivala tabot berlangsung.
Sementara itu masih banyak juga pengunjung yang datang untuk memamnfaatakan waktu obral ini, karena rata-rata meraka sudaha mengetahui  para pedagang akan mengobral dagangan mereka.  “Kami sudah tahu apasti akan diobral, karena biasanya seperti ini, seperti tahaun kemarin,” ujar Dewi (22) pengunjung bazar. (400)