Pabrik Batu Nunggak Listrik Ratusan Juta

Manager PLNKEPAHIANG, BE – Pabrik batu milik Pemkab Kepahiang di Desa Muara Langkap diklaim PT PLN Rayon Kepahiang menunggak tagihan listrik Rp 133 juta. Tagihan tersebut total akumulasi 2013 yang belum dibayar.
“Daya listrik pada pabrik batu tersebut 197 KPA, sesuai dengan daya kontrak yang kita sepakati. Sebenarnya total tagihan Rp 133 juta tersebut bisa dibilang kecil, karena pabrik jarang produksi. Sehingga yang kita tagih hanya beban listriknya saja,” ujar Manager PLN Rayon Kepahiang A Nurhadiyanto, kemarin (2/1).
Dikatakannya, mengenai tunggakan listrik ini pihaknya sudah bertemu langsung dengan manajemen koperasi Satmakura Halal yang mengelola pabrik batu ini. “Kita sudah ketemu dengan pihak Satmakura dan kita berikan waktu tunggakan tersebut agar dilunasi sampai akhir bulan Januari ini,” jelasnya.
Menurutnya, untuk total tunggakan listrik PLN Rayon Kepahiang sepanjang tahun 2013 menyisakan tunggakan Rp 600 juta termasuk tunggakan dari Pabrik baru Muara Langkap. Yang mana sampai dengan saat ini jumlah pelanggan PLN Rayon Kepahiang berjumlah sebanyak 32.100 pelanggan pasca bayar dan 3000 pelanggan prabayar. “Total tunggakan pelanggan PLN tahun 2013 sebesar Rp 600 juta, jumlah ini termasuk tunggakan Pabrik Batu dan sisanya tunggakan dari pelanggan masyarakat Kepahiang,” tandasnya.
Terpisah, manajemen Satmakura Halal H Bambang Purnomo ST saat dihubungi sangat terkejut dengan informasi penunggakan tagihan listrik ini. “Memang pabrik batu ini ada yang kita kelola melalui koperasi. Mengenai tunggakan listrik, saya baru mengetahuinya,” jelasnya. (505)