‘’Out Of The Box’’

Komunitas bernama Diskusi Fiksi + Menulis Fiksi. Membaca Fiksi (Universal Nikko +  mayokO aikO) menggelar Kemah Sastra Nasional II (KEMSASNAS). Kegiatan tersebut telah digelar 7-8-Juli-2012 di Bumi Perkemahan Cikole-Lembang, Bandung. Kegiatan ini digagas Yayasan Cendol Universal Nikko, Grup Sekolah Cendol (Cerita Nulis Diskusi On Line). Dalam acara tersebut dicanangkan deklarasi Gerak Nusantara Menulis. Kegiatan ini dihadiri 200 anggota yang merupakan penulis dari berbagai pelosok Indonesia hingga luar negeri  yang selama ini hanya berinteraksi di grup di jejaring sosial facebook.

Mayoko Aiko, pembina utama Yayasan Cendol Universal Nikko dan juga Kepala Sekolah di grup menulis Cendol menjelaskan Gerakan Nusantara Menulis dibentuk sebagai alternatif di tengah maraknya budaya negatif terutama di kalangan generasi muda Indonesia.  “Melalui Gerakan Nusantara Menulis, diharapkan masyarakat kita bisa mengakrabi budaya menulis dibanding terjebak pada hal-hal yang tidak bermanfaat,” ucap Mayoko disela-sela acara Kemah Sastra Nasional yang bertema “Out Of The Box.”

Mayoko Aiko mengungkap Yayasan Cendol dibentuk berawal dari rasa keprihatinannya terhadap penulis-penulis yang sangat berbakat. Namun para penulis itu sangat sulit diterima di penerbit mayor. Salah satu jalan keluarnya agar punya buku adalah membayar agar karyanya dibukukan. Atas keprihatinan tersebut, ia mendirikan grup kepenulisan bersama sahabatnya, Donatus A. Nugroho dan Putra Gara. Tujuannya adalah sebagai sarana pembelajaran secara gratis untuk para penulis muda yang haus akan ilmu kepenulisan dan menampung karya mereka dan menerbitkan karya-karya tersebut  mereka setelah melalui proses seleksi ketat.

Deklarasi Gerakan Nusantara Menulis dibacakan oleh, Muthia Fhadilah Khairunnisa (Penulis Cilik Terbaik 2011). Dalam Gerakan Nusantara Menulis berisi 15 poin penting yakni:

  1. Mengajak untuk mencintai budaya membaca sebagai sarana pengetahuan dan pembelajaran.
  2. Mengajak untuk mencintai budaya menulis sebagai aktualisasi diri dalam berkarya dan peluang ekonomi.
  3. Memperkenalkan dunia membaca dan menulis kepada anak-anak sedini mungkin.
  4. Menciptakan suasana yang mendukung untuk merangsang kegiatan membaca dan menulis di dalam keluarga.
  5. Membiasakan menulis dengan ejaan, bahasa, dan format yang baik dan benar.
  6. Mendorong terciptanya iklim produktivitas menulis di masyarakat.
  7. Membudayakan pemanfaatan waktu luang dengan membaca dan menulis.
  8. Mendorong kegiatan belajar mengajar kepenulisan dengan murah maupun sukarela melalui lembaga formal dan nonformal.
  9. Ikut mengupayakan tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang budaya membaca dan menulis.
  10. Mendorong tumbuhnya komunitas-komunitas kepenulisan, baik melalui media online maupun offline.
  11. Mendorong terjalinnya kerjasama yang baik antar komunitas maupun organisasi kepenulisan.
  12. Mendorong keberanian untuk menulis di media cetak / elektronik.
  13. Menggiatkan kompetisi di bidang kepenulisan, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
  14. Mendorong kerjasama yang baik dan saling menguntungkan antara penulis dan media massa.
  15. Meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab moral penulis sebagai kunci perubahan.

Deklarasi ditandatangani petinggi Yayasan Cendol Universal Nikko serta 200 penulis di Indonesia yang tergabung dalam komunitas menulis Cendol.  Melalui kegiatan Kemah Sastra Nasional dan Gerakan Nusantara Menulis, mampu menumbuhkan semangat anak bangsa terus berkarya dalam bidang kepenulisan. Sampai saat ini grup Cendol telah memiliki 18 sub wilayah resmi yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan hingga Hong Kong dan Malbourne. Hingga kini grup Cendol  terus berkembang menjadi 6500 anggota.

(Note : artikel persrilis dalam rangka kampanye Gerakan Nuasantara Menulis/Rainif Venesa/ perwakilan CRAFF Cendolers Rafflesia)