Orang Tua Siswa SMPN 2 Kota Bengkulu Hadiri MPLS

Endang/BE
Orang tua/wali murid siswa SMPN 2 Kota Bengkulu, saat di sekolah mencari kelas anaknya untuk megikuti Masa perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Masa perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Kota Bengkulu, baru dilakukan hari ini, Selasa (14/7). MPLS hari perdana ini dihadiri orang tua/wali murid yang datang ke sekolah. MPLS ini untuk memperkenalkan wali kelas pada orang tua siswa dan agar orang tua siswa mengetahui ruang kelas anaknya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Hubungan Masyarakat SMPN 2 Aprianti Weda Densi saat ditemui BE kemarin (14/7) menuturkan, SMPN 2 sebelumnya sudah merancang untuk pertemuan tatap muka antara siswa, orang tua dan guru. Karena, pertemuan tatap muka tidak diperbolehkan wali kota, sehingga wacana tersebut ditiadakan. MPLS diganti dengan mengundang wali murid datang ke sekolah untuk memperkenalkan pada orang tua siswa wali kelas dan mengetahui ruang kelas anaknya.

Pantauan BE, orang tua yang masuk wajib mematuhi protokol kesehatan, mengenakan masker, cuci tangan dan cek kesehatan yang ada di pintu gerbang sekolah. Wali murid kemudian mencari kelas anaknya yang telah diumumkan pada papan pengumuman. Tak sedikit wali murid yang kebigungan letak kelas yang memang cukup berjauhan jaraknya. Setelah kelas anaknya ditemukan orang tua siswa diberikan arahan wali kelas.

Pertemuan dengan wali murid yang digelar secara bertahap itu sekaligus mendata nomor telepon siswa untuk proses pembelajaran jarak jauh bagi orang tua. Tujuannya agar wali murid yang gagap teknologi dapat mengikuti bimbingan penggunaan aplikasi tersebut. “Pertemuan orang tua berlangsung selama dua hari. Sehari enam kelas yang dibagi dalam dua sesi sehingga tidak berkerumun. Mereka langsung dibawa ke ruang kelas anaknya untuk diberikan arahan proses pembelajaran jarak jauh, menyerahkan nomor handphone anaknya untuk dimasukkan ke dalam grup WhatsApp untuk keperluan PJJ nanti,” katanya.

Setelah semua nomor siswa baru terkumpulkan, maka sekolah melakukan MPLS pada siswa dengan cara virtual, untuk mengenalkan wali kelas, struktur kelas, hingga ekstrakurikuler dengan pemberian materi lewat video.

“MPLS baru dilakukan, karena sekolah harus menghimpun seluruh nomor kontak siswa, sekaligus melacak siswa/siswi yang tidak memiliki perangkat laptop atau android,” cetusnya.

Siswa yang terkendala dengan perangkat, sekolah akan mencarikan solusi apakah dengan pembelajaran study club atau dengan cara lain. Intinya siswa/siswi tetap bisa melaksanakan pembelajaran secara online. (247)