Orang Miskin Kompoi Motor

1TAIS, BE-Suasana pembagian uang tunai Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kantor Pos Tais di Jalan Merdeka Kelurahan Pasar Tais Kecamatan Seluma kemarin (8/7) mencengangkan. Bagaimana tidak, ratusan orang penerima bantuan kompensasi kenaikan harga BBM itu masing-masing menunggakan kendaraan pribadi, sepeda motor.
Lebih mengejutkan lagi, diantara kompoi motor orang miskin itu ada yang menunggangi motor besar (Moge) mewah, harganya berkisar Rp 50 juta. Layanan pembagian BLSM itu dibuka sejak pukul 09.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Sejauh ini, tak ada pihak yang mempersoalankan pemandangan ganjil itu. Hanya, Kepala Kantor Pos Tais, Syahri menjelaskan, layanan BLSM kemarin diberikan kepada rumah tangga sasaran (RTS) dari Kecamatan Seluma, Seluma Timur, Seluma Utara dan Seluma Barat.
“Kita memberikan pelayanan pembagian BLSM sesuai jadwal,” kata Syahri sebelum pelaksanaan pembagian uang itu.
Disaat bersamaan kemarin, Komisi II DPRD Seluma menggelar hearing dengan pejabat Badan Pusat Statistik (BPS) Seluma di gedung dewan. Perwakilan BPS, Rusfandi Alfian menjadi sasaran kemarahan dewan akibat sebagian besar data penerima BLSM diduga tidak tetap sasaran.
“Kalianlah (BPS, red) biang kerok amarah masyarakat akibat pembagian BLSM. Orang kaya banyak yang dapat BLSM, sementara orang miskin tidak dapat,” hardik anggota Komisi II, Dirhan Joyo kepada perwakilan BPS.
Sementara itu, Rusfandi Alfian mengatakan, bukan pihaknya yang melakukan pendataan penerima BLSM. Melaikan dilakukan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). “Kami juga tidak tahu, jika data tahun 2011 tersebut dipergunakan untuk BLSM ini. Data yang ada dapat dirubah setelah kami mendapatkan SK baru dari Kementrian Dalam Negeri,” katanya.
Sementara itu, guna mengantisipasi tidak tepat sasaran pembagian BLSM itu, Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Pemkab Seluma kini menyusun program pemasangan program stiker miskin ke setap desa. “Kami akan memasang setiap rumah warga yang miskin penerima BLSM dengan stiker. Supaya yang kaya menerima BLSM ini menjadi malu,” kata Kabag Administrasi Kesejahteraan Rakyat, Chaidir Muchtar. (333)