Orang Gemuk Lebih Panjang Umur

orang-gemuk130301bBERLIN,BE-  Orang obesitas memiliki berat badan yang berlebih. Banyak penelitian yang mengungkapkan kalau kondisi kegemukan itu bisa menyebabkan penyakit jantung, bahkan berujung pada kematian. Namun, seorang ahli obesitas dari Jerman berkata lain. Menurutnya, orang gemuk lebih panjang umur dibanding orang kurus. Apa sebabnya?

Orang gemuk bisa panjang umur karena otaknya menerima cukup nutrisi ketika sedang stres. “Orang gemuk lebih bisa berkompromi dengan tekanan di kehidupan modern karena memiliki metabolisme yang cocok dengan kondisi itu,” kata Ahli Obesitas Achim Peters seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (2/3/2013).

Profesor Peters dari Universitas Luebeck di Jerman Utara sekaligus penulis buku ‘Overweight Myths-Why Fat People Live Longer’ telah mempelajari isu mengenai hubungan antara otak dan berat badan selama 30 tahun.

Ia mengatakan, kalau orang gemuk lebih cepat meninggal dibanding orang kurus hanya mitos. Sebenarnya, reaksi orang terhadap stres ada dua macam. Yaitu, makannya menjadi sedikit (menjadi kurus) atau menjadi gemuk. Beberapa orang lainnya menolak untuk makan hingga akhirnya kurus. Orang yang kurus akhirnya menjadi sakit dan yang gemuk menjadi lebih sehat dibanding dengan yang kurus
Sebenarnya, tidak apa-apa jika seseorang menjadi kurus karena tidak punya masalah. Bahayanya kalau seseorang menjadi kurus karena mengalami stres.

Orang kurus yang stres harus lebih dikhawatirkan daripada orang gemuk yang stres. Karena pada kenyataannya orang kurus mati lebih awal.

Profesor Peters mengatakan kepada sebuah surat kabar di Jerman bahwa ia dan rekan-rekannya mempelajari ‘toxic stres’ yang disebabkan oleh faktor di luar kontrol manusia, seperti kemiskinan, penindasan, pelecehan, perceraian, minder, dan masalah di kantor.

“Ketika otak tidak mendapat nutrisi dari luar maka akan menyerapnya dari dalam, yaitu melalui otot. Lebih buruknya jika menyerap dari organ. Orang kurus yang stres adalah orang sehat dalam urutan akhir.” Katanya.
Lanjutnya lagi, “Sejauh ini, ia hanya mempelajari hubungan antara kelebihan berat badan dan kematian. Penyebab kematian itu pun bukan hanya kelebihan berat badan, tapi juga stres.”

Ketika ditanya apakah ada berat badan yang ideal, ia menjawab tidak. Penelitian modern hanya mengatakan keragaman berat badan. Setiap orang punya strategi yang ideal untuk hidupnya.

Jika Anda memperhatikan dengan teliti, stres atau tidaknya orang gemuk, tidak akan terlihat. Beberapa orang telah menemukan solusi untuk mendapatkan suasana hati yang seimbang. Tapi, orang itu harus membayarnya dengan makan.
Ada pula terapi anti-stres yang katanya efektif dalam jangka panjang serta bisa mengubah perilaku makan hingga menurunkan berat badan. (net)