Optimis Produksi Padi Meningkat

Bantuan Benih Diganti Uang

Sekretaris Distanbunak Kabupaten Benteng, Sri Widodo, S.Sos
Sekretaris Distanbunak Kabupaten Benteng, Sri Widodo, S.Sos

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Mendukung swasembada beras, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) mengimbau kepada para petani untuk tetap bertahan menanam padi. Sehingga, hasil produksi padi pada tahun 2018 ini bisa mengalami peningkatan seperti tahun sebelumnya.

Hasil pendataan yang dilakukan, hasil panen padi di Kabupaten Benteng pada tahun 2016 mencapai 36.576 ton dan sebanyak 55.473 ton pada tahun 2017 lalu.

“Setiap tahun, produksi padi di Kabupaten Benteng senantiasa mengalami peningkatan. Bahkan, peningkatannya pun cukup signifikan,” jelas Sekretaris Distanbunak kabupaten Benteng, Sri Widodo S.Sos, kemarin.

Mantan Camat Pondok Kelapa ini menuturkan, peningkatan hasil panen terjadi akibat peningkatan luasan lahan yang digarap para petani. Jika pada tahun 2016 lalu tercatat sebanyak 7.799 Hektare (Ha) tanah yang digarap menjadi area persawahan, sedangkan pada tahun 2017, luasan lahan meningkat hampir 2 (dua) kali lipat, yakni seluas 14.277 hektare. Baik perairan sawah irigasi ataupun padi darat (padi gogo).

“Produksi meningkat dikarenakan luasan lahan yang digarap juga mengalami peningkatan,” terangnya.

Lebih lanjut Sri menjelaskan, peningkatan produksi padi merupakan salah satu langkah strategis yang dilakukan untuk menghindari terjadinya kelangkaan beras serta lonjakan harga.

Menyikapi hal itu, pihaknya akan terus menyalurkan bantuan berupa benih unggul serta alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada para petani sawah.

“Kami juga mengharapkan agar para petani tetap bertahan dan tak melakukan alih fungsi lahan. Selain akan mengurani produksi padi, aloh fungsi lahan akan membuat pelakunya terserat pidana,” tandas Sri.

Terpisah, salah satu anggota Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Merigi Kelindang, Fauzan membenarkan adanya penyaluran bantuan benih unggul dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah tersebut.

“Pada tahun 2016 lalu, kami berhasil mendapatkan bantuan benih unggul. Pada tahun ini, usulan kembali kami sampaikan. Berpedoman dengan tahun 2017, bantuan disalurkan dalam bentuk uang. Sehingga, petani bebas memilih benih unggul yang cocok ditanam pada lahan mereka,” ungkap Fauzan. (135)