Optimis Besurek Mendunia

Istimewa/Bengkulu Ekspress
UNIK: Salah satu peserta karnaval kain batik basurek tampak cantik dengan costum yang unik.

Wawali Launching  Batik Motif HD

BENGKULU, Bengkulu Ekspresss-Pelaksanaan karnaval kain batik besurek berjalan sukses dan meriah. Rencana untuk memperkenalkan ke tingkat nasional tampak secara perlahan berhasil diwujudkan, hal ini dibuktikan dengan hadirnya Kepala daerah dan beberapa pejabat perwakilan daerah se-Indonesia mengikuti rangkaian acara tersebut.

“Kami optimis batik Besurek akan mendunia,” kata Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi SE MM, kemarin (11/11).

Dalam kesempatan itu, Pemkot juga melaunching kain batik besurek baru yakni motif HD. Dimana simbol ini tertulis dalam rangkaian kaligrafi dan dihiasi bunga Rafflesia, HD sendiri merupakan singkatan Harapan dan Doa. “Ini soal kreatifitas, masa salah satunya mencoba mengagas batik HD, jadi selain ada motif-motif yang sudah dikenal sebelumnya, maka dengan batik HD ini menambah daftar jenis batik yang ada di Kota Bengkulu,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para pengrajin batik untuk terus menciptakan motif-motif baru sesuai dengan masing-masing, dengan harapan semakin banyak kreasi maka semakin kaya khasanah Bengkulu. “Sebenarnya sekedar motif saja gak ada yang beda, mungkin kedepan akan timbul juga motif lain seperti ikan selengek, motif belato dan berbagai kreasi lainya,” ungkap Dedy.

MEDI/Bengkulu Ekspress
Wakil Walikota Dedy Wahyudi saat menulis di atas Batik Kain Besurek motif HD usai dilaunching secara resmi, kemarin (12/11)

Disamping itu, kemeriahan karnaval batik ini terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, sebab pada dasarnya karnaval batik yang sudah diagendakan tahunan ini mendapatkan antusiasme luar biasa dari seluruh kalangan masyarakat dan mendapatkan respon yang baik dari daerah-daerah lain.

“Kedepan kita harus dikemas lebih meriah lagi, peserta yang ikut harus lebih banyak lagi. Kalau hari ini baru ada 20 kabupaten/kota yang hadir, maka target kita kedepan minimal 100 perwakilan daerah yang hadir, maka itu harus direncanakan dengan baik dari sekarang,” harapnya.

Dengan semakin banyaknya orang-orang luar daerah yang masuk ke Kota Bengkulu, maka akan terjadi perputaran ekonomi masyarakat. Karena, pada dasarnya orang yang bertamu pasti akan mengeluarkan uang untuk berbelanja. “Kreatifitas ini harus terus kita jaga,” tukasnya.

Sekretaris Daerah kota, Marjon MPd juga menyampaikan bahwa tamu-tamu perwakilan daerah lain yang hadir seperti Kota Bau-bau, Pekalongan, Makasar, Batu Malam, Padang, Gorontalo, dan beberapa daerah lainnya mengaku senang dan bangga terhadap Kota Bengkulu.

“Artinya antusias masyarakat Indonesia sangat baik terhadap eksistensi Batik kain Basurek ini, maka kedepan batik besurek ini terus ditingkatkan dan bisa buming di skala nasional,” tutur Marjon.

Unik dan Meriah Karnaval Besurek Paud/TK

Sementara itu, ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (Paudni) dan Taman Kanak-kanak (TK) se-kota Bengkulu, Minggu (11/11) ambil bagian dalam rangka karnaval batik besurek. Karnaval batik besurek di tingkat Paud/TK dilepas lebih awal pukul 08.00 WIB oleh sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Firman Jonaidi S.Pd.

Prosesi pelaksanaan berlangsung meriah, dimana masing-masing lembaga diberikan kebebasan dalam menampilkan pakaian besureknya. Peserta karnaval dan pawai batik besurek ini, start mulai halaman Dinas Dikbud Kota Bengkulu, dengan menempuh perjalanan menuju finish di lapangan Stadion Semarak Bengkulu.

Ratusan anak sangat bersemangat, berjalan sambil berlenggak-lenggok dan menyerukan yel-yel. Sepanjang rute perjalanan, peserta didampingi guru dan sebagian orang tua yang sangat antusias melaksanakan karnaval tersebut. Uniknya, tak hanya mengenakan corak kain basurek, berbagai macam pernak-pernik yang digunakan pelengkap penampilan karnaval juga mengenakan kertas seperti ikat kepala, slempang dan sayap berbentuk kupu-kupu yang menggunakan kertas kado bermotif batik basurek.

Sekertaris Dinas Dikbud, Firman Jonaidi S.Pd menuturkan karnaval ini menjadi rangkaian gebyar paud sekaligus karnaval batik besurek yang tiap tahun digelar. Lembaga Paud/TK sangat antusias dan mendukung dan ikut serta dalam lomba karnaval yang diselenggarakan pemerintah kota tersebut.

Firman Jonaidi mengajak seluruh orang tua yang hadir dalam karnaval untuk untuk meningkatkan pembelajaran anak-anaknya, “Inilah ajang edukasi yang ada di Paud/TK, kerjasama dengan orang tua dapat ditingkatkan, karena mereka juga terlibat dalam pengawasan dalam pengajaran dan pembinaan anak-anaknya, ” jelasnya.

Masih dikatakan Firman Jonaidi, pada karnaval ini masing-masing peserta akan dinilai, tim juri dapat bekerja profesional serta dapat menilai secara objektif. “Karena lomba pasti ada yang kalah ada juga yang menang, yang belum berhasil inilah pembelajaran supaya tahun depan lebih ditingkatkan dan menjadi juara,” pesanya.

Sementara itu panitia pelaksana, Jayadi Suyuti saat dikonfirmasi mengatakan karnaval batik besurek tingkat Paud/TK pelaksanaan karnaval memberikan kebebasan pada semua lembaga dalam berkreasi. Hasilnya bisa dilihat, aneka kreasi pakaian peserta karnaval bernuansa besurek begitu kental, bahkan ada yang unik, seperti didesain sebagai putri, mengenakan pakaian karakter ayam, kupu-kupu.

Karnaval ini diikuti 30 lembaga dari sembilan kecamatan di kota Bengkulu, kegiatan ini selain mengajarkan kedisiplinan, memotivasi untuk terus tampil percaya diri pada anak-anak, terpenting adalah menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah yaitu batik besurek sejak dini, tandasnya. (247/805)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*