OPTIMALKAN TARIK WISATAWAN

A
RIO/Bengkulu Ekspress
AMBIK TANAH: Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama istri dengan menaiki delman mengikuti arak-arakan rombongan Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) yang akan melakukan ritual Ambik Tanah di Gerga Tabut Imam, Senin (11/9).


Festival Tabut 2018

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Festival tabut 2018 kembali didigelar bertepatan dengan 1 Muharram 1940 H di Bengkulu. Event perdana yang masuk dalam 100 kalender of event nasional Kementerian Pariwisata (Kempar) RI ini harus mampu menarik wisatawan. Pemerintah dan penyelenggara harus mampu mengemas acara budaya ini menjadi spektakuler, untuk menarik wisatawan datang ke Bengkulu.

Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kota Bengkulu, S Effendi mengatakan, Festoval tabut hingga kini belum menjadi daya tarik wisatawan nasional dan internasional. Ini dilihat dari belum banyaknya wisatawan mancanegara datang ke Bengkulu.

tabuh dol
RIO/Bengkulu Ekspress
PEMBUKAAN: Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Staf ahli Kementerian Pariwisata Bidang Kultur, Esti Reko Astuti, Koreografer tari Nasional Deni Malik dan FKPD Provinsi dan Kota Bengkulu bersama-sama menabuh doll sebagai tanda dibukanya festival Tabut 2018 di Lapangan View Tower, Senin (10/9).

“Pemerintah masih lemah dalam promosi. Promosi itu paling penting. Dengan dipromisikan keseluruh penjuru, maka orang akan tau apa aktifitas di Bengkulu,” ujar Effendi, kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (11/9).

Promosi yang dilakukan harus sejak beberapa bulan sebelum digelarnya festival tabut. Baik dilakukan dilokal, nasional hingga internasional. Ketika promisi ini berjalan baik, maka gaung festival tabut akan lebih menggema hingga penjuru nusantara. “Konsep promosi ini yang harus dipikirkan secara matang,” tambahnya.

Tidak hanya itu, soal penataan lokasi event juga penting untuk dipikirkan. Baik itu tempat penonton, lokasi bazar hingga lokasi tempat parkir sekalipun. Ketika disusun rapi, maka orang akan lebih nyaman datang ke festival yang digelar setahun sekali itu.

“Lokasi itu penting, kita buat bagiamana orang datang itu nyaman. Bila perlu bisa dibuat tempat lain. Kecuali untuk ritual tabut yang memang sejak dulu sudah ada disitu,” ungkapnya.

Effendi meminta, Festival Tabut harus terus dibenahi dari tahun ketahun. Ada ciri khas yang baru. Sehingga menarik orang datang. “Pembenahaan harus dilakukan setiap tahun. Kita berharap, event ini benar-benar bisa menjadi adalan Bengkulu untuk promosi,” papar Effendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu, Yudi Satria SE MM mengatakan, pembukaan festival tabut yang telah menjadi event nasional telah dibuka secara meraih. Dalam 10 hari kedepan, masyarakat Bengkulu dan para wisatawan baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri akan disuguhkan dengan berbagai hiburan. Baik itu hiburan budaya Bengkulu maupun hiburan lainnya. Tidak hanya itu, juga disiapkan lapak-lapak dagang, bagi yang ingin berbelanja di pusat event tabut.

“Pembukaan sudah meraih kita gelar dan 10 hari kedepan akan lebih meraih,” terang Yudi.Disampaikannya, dalam 10 hari itu berbagai perlombaan kesenian dari pewakilan kabupaten/kota akan disuguhkan. Peserta yang ikut cukup banyak, hingga ratusan orang. Masyarakat juga bisa melihat secara langsung tabut bersanding. “Lomba seni ini diikuti oleh banyak peserta. Jadi sangat merih jika dilihat,” tuturnya.

Tabut yang telah menjadi event nasional itu, Yudi menargetkan akan ada 5 ribu lebih pengujung datang ke arena tabut. Untuk wisatawan luar provinsi, diperkirakan bisa datang sampai 700 ratus hingga seribu orang. Kemudian dari mancanegera akan ada sekitar 300 orang turis datang. “Kita sangat optimis, karena memang sudah dipromosikan oleh Kementeriaan Pariwisata (Kemenpar),” paparnya.

Namun sayangnya, Yudi tidak memiliki data secara rinci berapa orang yang datang pada event tabut tahun lalu. Yudi hanya memperkirakan orang yang datang hanya sekitar 2 ribu sampai 2.500 orang. Untuk orang luar provinsi hanya ada sekitar 500 orang dan para turis ada sekitar 150 sampai 200 orang. Untuk provinsi mana dan negara mana, Dispar tidak memiliki data secara rinci. “Kalau tahun lalu itu belum terukur jumlahnya. Data kita belum ada,” beber Yudi.

Disisi lain, Staf Ahli Menteri Bidang Multi Kultur Kemenpar, Esti Reko Astuti yang hadir dalam pembukaan event tabut 2018 mengatakan, Bengkulu punya banyak daya tarik wisata baik wisata alam, budaya, maupun wisata sejarah. Salah satunya Festival tabut 2018 yang menjadi peluang menarik wisata dari sisi bengkulu punya wisata yang luar wisata.

2-PEMBUKAAN TABUT 2018-PULUHAN PENARI SEKAPUR SIRIH (1)
RIO/Bengkulu Ekspress
TARI SEKAPUR SIRIH: Puluhan penari “Sekapur Sirih” tarian khas Bengkulu tampil dalam acar pembukaan festival Tabut 2018 di Lapangan View Tower, Senin (10/9).

“Kunjungan wisatawan masih kecil di Bengkulu. Potensi pariwisata yang ada harus terus dipasarkan,” ungkap Esti.
Dalam mempromosikan itu, pemerintah daerah (pemda) harus komitmen. Jika dikemas secara baik, maka potensi itu tentu akan menjadi daya tarik. “Perlu komitmen agar menjadi daya tarik,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, festival tabut 2018 telah masuk, 100 kalender of event nasional Kemenpar. Untuk itu, agar tetap bisa bertahan, maka harus tetap dijaga dan dibina.

“Event ini harus terus dikembangkan. Sehingga lebih menjadi daya tarik wisatawan datang ke Bengkulu,” terang Rohidin.



Lanjutnya, festival tabut ini menyatukan kebersamaan dan keluarga bagi masyarakat Bengkulu untuk mencintai Budaya. Kearifan ini tentu harus terus dijaga. Sehingga Bengkulu akan terus dikenal oleh nasional maupun manca negara. “Mari kita pelihara secara bersama,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Festival selama 10 hari itu intinya digelar oleh anggota Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) untuk memperingati kematian Husein. Salah seorang cucu Nabi Muhammad SAW yang gugur dalam perang di Padang Karbala Irak. Dalam event itu diisi berbagai lomba, seperti lomba musik dol dan lomba tari kreasi. Arena festival dipusatkan di lapangan Tugu View Tower, berhadapan dengan Rumah Dinas Gubernur Bengkulu dan sekaligus digelar pameran produk unggulan daerah dari 10 kabupaten dan kota.

Rencananya, Festival tabut 2017 ditutup pada Jumat (29/9) dan diakhiri dengan ritual tabut tebuang atau pembuangan tabut. Adapun tahapan ritual Tabot sesuai urutan yakni mengambil tanah, duduk penja, meradai, merajang, arak penja, arak serban, gam atau masa tenang/berkabung dan arak gedang serta tabot terbuang. (151)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*