Optimalisasi SPAM Datar Lebar Benteng Dimulai

IST/BE
OPTIMALISASI : Tim teknis dari Perumda Air Minum Tirta Rafflesia saat mendampingi tim koordinator supervisi Rmac/1 program NUWSP mengunjungi IPA di Desa Datar Lebar, Kecamatan Taba Penanjung beberapa waktu lalu.

BENTENG,bengkuluekspress.com – Upaya yang dilakukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Rafflesia Bengkulu Tengah (Benteng) untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggan akan segera terwujud. Ditahun ini, Perumda Benteng bakal menerima bantuan pembangunan sarana dan prasarana dengan total anggaran mencapai Rp 30,464 miliar.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Rafflesia, Siti Yuningsih AZ SE MH mengatakan, dana bantuan bersumber dari Bank Dunia. Itu semua merupakan usulan yang disampaikan sejak beberapa tahun lalu.
“Alhamdulillah, bantuan dari Bank Dunia terealisasi tahun ini,” kata Siti.

Disampaikan Siti, bantuan tersebut akan dialokasikan untuk kegiatan optimalisasi sistem penyediaan air bersih (SPAM) di Desa Datar Lebar, Kecamatan Taba Penanjung. Beberapa kegiatannya ialah pembuatan bak penampungan (intake) di tepi sungai, penambahan IPA dengan kapasitas 20 liter perdetik, reservoier atau bak penampungan air bersih.
Jika tak ada aral melintang, pengerjaan proyek akan dimulai pada bulan April 2020. Saat ini, proses tender atau lelang sudah selesai dilaksanakan.
“Dengan adanya bantuan, IPA Datar Lebar akan memiliki kapasitas sebesar 50 liter perdetik. Sebab, saat ini IPA yang tersedia mampu menyalurkan air bersih dengan kapasitas 30 liter perdetik,” jelasnya.

Selain itu, aku Siti, juga ada pemasangan jaringan pipa distribusi utama dari Desa Datar Lebar menuju Desa Nakau, Kecamatan Talang Empat. Dengan demikian, air bersih yang berasal dari Datar Lebar (pegunungan,red) bisa dirasakan kenikmatannya oleh masyarakat di beberapa kecamatan. Dimulai dari Kecamatan Taba Penanjung, Karang Tinggi dan Kecamatan Talang Empat.
“Harapannya, kami tak lagi menggunakan sumber air baku yang berasal dari Sungai Bengkulu. Melainkan memakai air dari Datar Lebar. Sebab, air tersebut memang tak layak untuk dikonsumsi dan membutuhkan biaya yang cukup besar dalam mengelolanya menjadi air bersih ke pelanggan,” tandas Siti.(135)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*