Operasi Yustisi di Bengkulu, Tim Gabungan Keluarkan Hampir 100 Ribu Sanksi

IST//BE
Operasi Yustisi yang dilakukan oleh tim gabungan dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Bengkulu.

BENGKULU, BE – Semenjak dimulai awal September 2020, Operasi Yustisi yang dilakukan personel gabungan
Polda Bengkulu, TNI dan juga Satpol PP Provinsi Bengkulu, sudah memberikan sanksi hampir mencapai 100
ribu kepada masyarakat melanggar protokol kesehatan (Prokes). Dari jumlah tersebut sanksi denda yang
diberikan sesuai Pergub sebesar Rp 800 ribu.

Terkait dengan hal tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes. Pol. Sudarno, S.Sos, M.H.

“Terkait dengan sanksi yang diberikan sesuai dengan aturan Pergub, Perwal atau Perbup. Sampai saat ini
jumlah sanski yang diberikan nyaris 100 ribu teguran,” jelas Kabid Humas, Sudarno, Minggu (6/12).

Dari hasil pemantuan tim gabungan selama pelaksaan operasi yustisi, masih terdapat beberapa orang
individu yang enggan menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah. Selain dari memberikan teguran,
tim gabungan juga memberikan edukasi dan himbauan pentingnya menerapkan prokes mencegah penyebaran
pandemi Covid-19.

Dari jumlah sanksi tersebut, terdiri dari beberapa kategori, baik itu sanksi kerja sosial sebanyak
3.606, sanksi teguran lisan 92.755, teguran tertulis 1.366 dan sanksi lain 2.100 lebih. Untuk sanksi
denda dilakukan oleh tim gugus tugas dalam hal ini Satpol PP, sesuai dengan pergub, perwal dan perbup.

“Dari jumlah hampir 100 ribu sanksi ini diberikan terdiri dari beberapa sanksi. Salah satunya teguran
yang diberikan mencapai 3.606 lebih terhadap warga yang tidak taat prokes pencegahan penyebaran Covid
19,” imbuh Kabid Humas.

Ia pun berharap, ketaatan masyarakat Bengkulu terhadap prokes pun semakin meningkat dimasa adaptasi
kebiasaan baru (AKB), karena sekarang ini angka positif Covid 19 terus bertambah setiap harinya.
“Razia terus kita lakukan bersama tim gabungan lainnya dan kita berharap kedepan semakin banyak warga
yang taat prokes sehingga angka positif bisa pun melandai ataupun turun,” demikian tutup Sudarno. (529)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*