Operasi Wanalaga Resmi Digelar

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH MHum--
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH MHum–

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Tindak pidana dibidang kehutanan kini menjadi ancaman serius bagi Indonesia, terutama di Provinsi Bengkulu. Oleh sebab itulah mulai kemarin (19/30), Operasi Wanalaga resmi di gelar seluruh Polda se-Indonesia. Salah satunya Kepolisian Daerah Bengkulu.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH MHum kepada Bengkulu Ekspress kemarin (19/3) menuturkan, “Rencananya operasi Wanalaga ini berlangsung sekitar dua minggu lamanya. Dimulai sejak hari ini (kemarin,red), sehingga dengan adanya operasi ini baik perambahan hutan, ilegal logging bisa dicegah atau ditangkap.”

Ia menjelaskan, sekarang ini ekploitasi hutan yang tidak terkendali dapat menimbulkan adanya bencana alam. Bahkan, ekosistem yang seharusnya dijaga dengan baik akan mengalami kerusakan jika masih ada saja para pelaku perambahan hutan atau ilegal loging terutama diwilayah Provinsi Bengkulu yang masih banyak hutan lindungnya.

“Sudah banyak pelaku perambahan hutan atau ilegal logging yang berhasil diungkap dan digagalkan anggota kita dan sekarang ini prioritas kita yakni dikawasan daerah seperti Kabupaten Kaur, Kabupaten Seluma, Lebong dan Kabupaten Bengkulu Utara,” ungkap Kapolda.

Kapolda menjelaskan, tujuan diadakannya operasi Wanalaga ini, salah satunya untuk meminalisir terjadinya perambahan hutan atau ilegal loging yang memiliki dampak buruk bagi masyarakat sekitar maupun Provinsi Bengkulu.

“Akibat adanya perambahan hutan, ilegal logging dan penembangan hutan secara liar kan bisa menyebabkan terjadinya bencana alam seperti tanah longsor dan banjir, hal inilah yang sering terjadi, oleh sebab itu, untuk menghindari hal demikian perlu dilakukan operasi Wanalaga ini,” tuturnya kepada Bengkulu Ekspress.

Sementara itu, dikesempatan lain, Karo Ops Polda Bengkulu, Kombes Pol Slamet Santoso SH MH menyampaikan, dalam melaksanakan operasi nantinya setiap personel harus sudah mengetahui cara bertindak di lapangan.

“Kita sebelum melakukan tindakan hukum, harus memberikan sosialisasi pre-emtif (upaya awal yang dilakukan kepolisian untuk mencegah terjadinya tindak pidana. Usaha-usaha yang dilakukan dalam penanggulan kejahatan secara pre-emtif menanamkan nilai-nilai/norma-norma yang baik) terlebih dulu kepada masyarakat akan adanya Operasi Wanalaga ini,” kata Kombes Pol Slamet.

Lebih lanjut, Slamet menyampaikan, jika semua langkah pencegahan telah dilakukan, maka pihaknya akan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku yang diduga telah melanggar aturan ketika mengelola hasil sumber daya alam, dalam hal ini bidang Kehutanan.

“Jelas setiap pelaku atau pelanggar yang melakukan kegiatan perambahan hutan atau ilegal logging yang tertangkap tangan akan diproses secara hukum atau peraturan Perundang-Undangan yang ada di Indonesia, sehingga menimbulkan efek jera dan kasus perambahan hutan dan ilegal logging di Provinsi Bengkulu khususnya tidak ada lagi kedepannya,” tutupnya. (529)