Operasi Pekat Nala 2019, Polda Bengkulu Jajaran Amankan Ribuan Miras

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Selama 2 minggu pelaksanaan kegiatan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Nala 2019. Polda Bengkulu beserta seluruh jajaran berhasil menyita 2.472 botol minuman keras berbagai merek dan 2.380 liter minuman tradisional jenis tuak. Miras menjadi sasaran utama karena dinilai dapat menjadi pemicu para pelaku kriminalitas yang meresahkan masyarakat.

Kapolda Bengkulu, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen) Pol Drs Supratman MH melalui Kabid Humas Polda Bengkulu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sudarno MH, yang disampaikan Kasubbid Penmas Bid Humas, Komisaris Polisi (Kompol) H Mulyadi SH, membeberkan terkait hasil operasi melalui kegiatan press release di Mapolda Bengkulu, Senin (13/5/19). Dari hasil Operasi Pekat Nala tersebut, ada beberapa senjata tajam (sajam) sebanyak 8 unit, uang palsu sebanyak Rp 4, 7 juta, obat-obatan ilegal sebanyak 1.945 butir dan kendaraan roda dua sebanyak 59 unit.

“Ya kegiatan yang kita mulai pada 28 April hingga 12 Mei ini sejatinya bertujuan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat untuk menjalankan ibadah dengan khusuk. Terutama miras inikan tak pernah lepas dari pengawasan kita karena miras merupakan pemicu terjadinya kejahatan,” ucap Mulyadi.

Ia mengatakan, keberhasilan Polda dan jajaran menyita minuman keras dan tuak tersebut serta beberapa unit barang lainnya berkat informasi yang disampaikan masyarakat kepada pihak kepolisian sehingga dilakukan razia. Dalam laporan warganya menyatakan keresahan mereka karena aktivitas warung penjual miras dan tuak masih terbuka bebas di kawasan mereka, terlebih lagi di bulan Ramadan sekarang ini.

Selain barang bukti yang disita, ada 33 orang yang berhasil diamankan selama Operasi Pekat Nala tersebut berlangsung. Warga yang diamankan saat ini masih menjalani serangkaian penyidikan. Hal itu untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan mereka dalam kasus itu.

“Untuk beberapa orang yang diamankan Polda Bengkulu dan Polres jajaran masih dilakukan pendalaman dan pemeriksaan yang sudah menjadi target operasi (TO) dari masing-masing satuan dan razia pun masih terus kita lakukan selama bulan Ramadan ini,” tutupnya. (Imn)