Operasi Pekat, 4 PSK Tertangkap

KOTA BINTUHAN, BE – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Satpol PP dan Polres Kaur, berhasil mengamankan 4 wanita yang diduga Pekerja Seks Komersial (PSK).  Mereka ditangkap di lokasi Jembatan Padang Guci yang merupakan tempat para PSK tersebut menjajakan diri.   Penangkapan dilakukan kemarin malam (24/9).

4 PSK yang tertangkap itu adalah RS (29) warga Kampung Bali Kabupaten Rejang Lebong, PN (27) warga Bungin Tambun Kecamatan Padang Guci Hulu, DS (25) warga Seluma dan Aleksa (25) warga Kemanggis Jakarta Barat. Dan satu diantara PSK itu, yakni RS, diketahui tengah hamil 6 bulan.  Keempat PSK itu diamankan di ruang tahanan Satpol PP Kaur.  Dan saat ini mereka tengah dalam penyidikan pihak Satpol PP Kaur.

Data terhimpun, razia  PSK itu dimulai sekitar pukul 22.00 WIB (24/9) malam, lokasi penangkapan tersebut dilakukan di kafe Padang Guci, persisnya di jembatan dan kafe tersebut.   Diketahui 4 wanita tersebut tengah melakukan pesta, namun tanpa diketahui polisi dan Satpol PP langsung menangkap mereka. Dari hasil operasi pihaknya hanya mengamankan 4 orang sedangkan lainya berhasil kabur.  Diduga razia tersebut sudah bocor, namun semuanya berjalan dengan lancar.

Kasat Pol PP Darmawansyah Spi MM didampingi Kasi Penertiban Perda dan Keputusan Daerah Joyo Reman SH kepada wartawan kemarin (25/9) mengatakan, dalam operasi tersebut tidak ada perlawanan sama sekali dan berjalan lancar.  Dikatakanya, operasi ini akan dilakukan rutin untuk menjaga masyarakat khususnya warga sekitar kafe dan warung remang-remang.

Sementara itu, Kadisdukcapil Kaur Drs Sarjoni Hanafi SSos melalui Sekretaris Tarmizi SPd mengatakan, pihaknya belum bisa melakukan rehabilitasi PSK, mengingat ruang dan anggarannya belum tersedia.  Oleh karena itu mereka pun kebingungan akan dikemanakan para PSK tersebut.

“Yang jelas kita akan pulangkan ke provinsi, disana akan  dilakukan rehabilitasi”.  Soal anggaran dan lokasinya Kaur belum memadai, oleh karena itu pihaknya sangat bingung mengatasinya mengingat Dinas Sosial belum sama sekali melakukan rehabiltasi,” jelasnya.(823)