Operasi Patuh Nala 2018, Jumlah Pelanggar Lalu Lintas Turun

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Selama Operasi Patuh Nala 2018 yang digelar mulai 26 April hingga 9 Mei 2018, jumlah pelanggar lalu lintas di Kota Bengkulu mencapai 1.484 orang. Berdasarkan catatan Satlantas Polres Bengkulu, jumlah ini turun 14 persen jika dibandingkan dengan Operasi Patuh 2017 sebanyak 1.619 pelanggar.

“Dalam Ops Patuh nala 2018 ini, ada 7 item jenis pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan. Diantaranya tidak memakai helm, melawan arus, main HP, pengendara dibawah umur, pengaruh alkohol, melebihi batas kecepatan dan tidak menggunakan savety belt,” ucap Kasatlantas Polres Bengkulu, AKP Agis Arya Denawan, saat diwawancarai bengkuluekspress.com, Sabtu (12/5/2018).

Menurutnya, yang perlu menjadi perhatian bersama, dari hasil evaluasi ditemukan fakta bahwa pelanggaran terbanyak adalah pengemudi yang masih di bawah umur dengan total sebanyak 432 pelanggar.

 

Fakta ini membuktikan bahwa masih banyak orang tua yang memberikan izin kepada anak-anaknya yang masih belia dan kondisi psikologis maupun emosional yang masih labil serta belum memiliki SIM. Faktor inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor tingginya angka kecelakaan lalu lintas

“Situasi dan kondisi seperti ini, perlu adanya peran serta dan pengawasan dari orang tua, sekolah dan instansi terkait agar anak-anak atau generasi penerus bangsa kita tidak menjadi korban sia-sia akibat kecelakaan lalulintas,” tambahnya.

Ditambahkan Agis, dengan berakhirnya operasi patuh nala 2018, pihaknya berharap mampu membawa dampak positif bagi masyarakat dan semakin tumbuhnya kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas. (Imn)