Operasi Ketupat Nala 2019 Berakhir

APRIZAL/Bengkulu EkspressKapolres Bengkulu Utara AKB Ariefaldi Warganegara didampingi Dandim 0423 Bengkulu Utara Letkol Arh Ari Trisenta Nursanto memimpin Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Nala Tahun 2019, kemarin (13/6).

Polres Gelar Apel Konsolidasi

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress– Kepala Kepolisan Resor (Kapolres) Bengkulu Utara (BU) AKB Ariefaldi Warganegara SH SIK MM didampingi Dandim 0423 Bengkulu Utara Letkol Arh Ari Trisenta Nursanto memimpin Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Nala Tahun 2019 dalam rangka berakhirnya Operasi Ketupat Nala Tahun 2019 dan persiapan pengamanan sidang perselisihan hasil Pemilu Umum (PHPU) di halaman Apel Mapolres Bengkulu Utara, kemarin (13/6).



Dalam sambutannya, Kapolres membacakan amanah dari Kapolda Bengkulu yang menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap personel di seluruh jajaran beserta instansi terkait, yang telah bersama-sama bekerja keras dengan penuh keikhlasan guna menjamin terlaksananya Operasi Ketupat Nala 2019.

Sehingga mudik lebaran dan perayaan hari raya idul fitri 1440 H di wilayah Provinsi Bengkulu berjalan lancar, aman dan kondusif. Lebih lanjut Kapolres menjelaskan bahwa menjelang dilaksanakannya sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) 14 Juni 2019 (hari ini,red) jajaran Kepolsian bersama TNI dan instansi terkait siap mengamankan rangkaian proses sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dan ini merupakan rangkaian dari pengamanan pemilu serentak 2019.

“Kunci keberhasilan keamanan adalah soliditas dan sinergitas Polri TNI yang tidak bisa bekerja sendiri tanpa sinergitas dan dukungan instansi terkait dan seluruh lapisan masyarakat,” kata Kapolres.

Kapolres juga menambahkan, dari data Operasi Ketupat Nala 2019 yang dilaksanakan di wilayah hukum Polda Bengkulu yang dihimpun di posko, menunjukkan tingkat keberhasilan yang baik, hal tesebut dapat dilihat tidak ada aksi serangan teror, dapat ditekankannya gangguan kejahatan konfensional yang menggangu masyarakat dari 42 kasus tahun 2018 menjadi 40 kasus di tahun 2019 serta tidak adanya kasus intern atau kekerasan antar kelompok dan stabilitas harga bahan pokok dan ketersediannya bahan pokok ditengah masyarakat.

Selain itu, untuk kejadian laka lantas mengalami penurunan, dari 24 kejadian pada operasi ketupat nala tahun 2018 menjadi 17 kejadian pada operasi ketupat nala tahun 2019.”Alhamdulillah tingkat kasus kecalakaan tahun ini menurun,” ungkapnya. Untuk diketahui, apel tersebut diikuti oleh seluruh anggota Polri dan TNI yang terlibat dalam operasi Ketupat Nala 2019, dinas kesehatan, Dishub, Kominfo, Satpol PP, mitra Polri, Linmas serta tokoh masyarakat dan agama.(127)